Viral! Penilaian Juri di Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Tuai Kontroversi

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tegah ramai diperbincangkan publik di jagad maya, setelah muncul kontroversi dalam pelaksanaan kompetisi tingkat Kalimatan Barat. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tegah ramai diperbincangkan publik di jagad maya, setelah muncul kontroversi dalam pelaksanaan kompetisi tingkat Kalimatan Barat.

Lomba yang diikuti sembilan sekolah ini menuai kritik lantaran siswa yang menjawab dengan benar, malah medapat pengurangan nilai lima dari sang juri.

Moderator membacakan pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan lembaga tertentu.

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.” Jawaban grup C.

Kejadian ini dialami oleh seorang siswi dari Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Pontianak grup C. Namun, salah satu juri sekaligus Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita WB menilai jawaban sang siswi tidaklah tepat.

“Tadi sebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD nya tidak ada, DPR tadi, jadi dewan juri tadi berpendapat tidak ada itu dewan perwakilan daerah,” tegas Dyastasita.

Karena jawaban dianggap salah, moderator kembali mengajukan pertanyaan yang sama. Peserta lainnya dari grup B, yaitu dari SMA Negeri 1 Sambas menjawab persis dengan grup C. Namun, juri malah menambahkan nilai 10 untuk grup B.

Grup C yang menjawa sama persis dengan grup B akhirnya mengajukan protes. Bukanya mengakomodir protes dari peserta, moderator tidak memberi kesempatan agar jawaban sebelumnya diperiksa oleh panitia acara.

Suasana semakin panas saat salah satu juri lainnya, yaitu Indri Wahyuni selaku Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI menyalahkan artikulasi dari grup C.

“Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya, dewan juri, kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendegar artikulasi kalian dengan jelas, yaitu bearti dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” kata Indri.

Diketahui, lomba cerdas cermat 4 Pilar MPR pertama kali diselengarakan pada tahun 2011, kompetisi tingkat nasional untuk sekolah menengah atas itu dicetuskan sebagai bagian dari program pemasyarakatan dan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.

Kompetosi ini merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMA tentang pentingnya 4 Pilar Kebangsaan.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman