BINGKIKOTA.COM – Camat Neglasari, Iwan Mulyawan, mendorong gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) agar menjadi rutinitas yang dilaksanakan setiap dua kali dalam sepekan di seluruh wilayah.
Seluruh jajaran pegawai, mulai dari ASN hingga nonASN, rutin turun langsung melakukan kerja bakti bersih-bersih setiap hari Selasa dan Jumat pagi di tujuh wilayah kelurahan se-Kecamatan Neglasari.
“Kegiatanya dilakukan sebelum jam kantor dimulai seluruh pegawai Kecamatan Neglasari, staf di tujuh kelurahan se-Kecamatan Neglasari serta sesekali melibatkan unsur TNI Polri kader PKK, RT RW, dan Sobat Asri dari masyarakat,” ujar Iwan.

Adapun untuk lokasinya berpindah setiap pekan, menyusuri area yang menjadi perhatian. Fokus utamanya adalah di jalan Protokol yaitu jalan Iskandar Muda, Saluran air rawan sampah, taman Kecamatan, fasilitas umum,dan permukiman padat penduduk di setiap wilayah kelurahan.
“Kegiatannya, meliputi penyapuan jalan, pembersihan drainase dari sampah dan lumpur, pemangkasan tanaman liar, pengangkutan sampah, pengecatan fasilitas umum, serta edukasi singkat door to door ke warga mengenai pemilahan sampah,” jelas Iwan.
Gerakan Indonesia Asri adalah gerakan yang mendorong gaya hidup berkelanjutan untuk di wariskan ke generasi mendatang, lewat aksi Si Paling Sustainable, pegawai diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat yang berada di lingkungan Kecamatan Neglasari.

Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga menjadi sasaran deteksi dini masalah lingkungan, tumpukan sampah liar, saluran mampet, atau pohon rawan tumbang bisa langsung ditangani atau melaporkan ke Dinas terkait.
“Hayo ajak partisipasi warga bahwa pihak Kecamatan membuka pintu bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai sobat Asri. Warga bisa ikut kerja bakti, melaporkan titik wilayah yang kotor lewat kanal pengaduan Kecamatan, atau melalui dari hal yang kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah rumah tangga,” tegas Iwan.
“Kedepan Kecamatan Neglasari akan memperluas cakupan kerja bakti ini dengan menambah Bank Sampah di tiap-tiap kelurahan dan masyarakat akan diberi pelatihan memilah kompos untuk menambah penghasilan bagi kader di lingkungan,” tandas Iwan menambahkan.




