Wakil Ketua Komisi lll Kota Tangerang Dorong Pemkot dan Pedagang Pasar Anyar Dialog Relokasi

TANGERANG, BINGKAIKOTA.COM- Relokasi Pasar Anyar Kota Tangerang hingga saat ini masih terkendala dan belum adanya titik temu antara para pedagang dengan Pemkot Tangerang. Hal itu lantaran para pedagang ingin ditempatkan di satu lokasi, namun sampai saat ini, pihak Pemkot Tangerang belum merealisasikannya.

Wakil Ketua Komisi lll Kota Tangerang, Anggiat Sitohang pun angkat suara terkait perihal tersebut. Menurutnya, Pemkot Tangerang harus mengajak para pedagang untuk berdialog dan mendengar apa yang diinginkan para pedagang. Pasalnya hal itu menyangkut keberlangsungan hidup mereka berdagang.

Baca juga:  Pemkot Tangerang Perkuat Penerapan PBG dan SLF, Dorong Investasi Aman serta Bangunan Tertib

“Supaya situasinya kondusif, para pedagang itu harus diajak bicara, apa yang diinginkan pedagang harus dicari titik temunya,”ujar Anggiat, Jumat (17/11/2023).

Kata Anggiat, harusnya Pemkot Tangerang mencari solusi terbaik buat para pedagang terkait relokasi Pasar Anyar. Supaya pedagang tidak susah dalam berdagang dan pelanggan-pelanggannya itu tetap belanja di tempat mereka.

Apabila para pedagang ingin ditempatkan di satu lokasi dan tempatnya tidak jauh dari lokasi Pasar Anyar, lanjut Anggiat, Pemkot harusnya mencari tempat untuk menampung para pedagang itu.

Baca juga:  Wakil Ketua MPR Yandri Susanto, Siap Mengawal Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional

“Kalo memang ditempatkan satu titik, kenapa ngga dicari tempat yang memungkinkan untuk ditempatkan di satu titik dan dekat pasar anyar kan banyak pilihan,” ucapnya.

Pihaknya berharap agar proyek revitalisasi segera diselesaikan secepat mungkin. Pasalnya, pasar anyar sudah terlihat kumuh dan tidak layak bagi para pedagang maupun konsumen.

Baca juga:  Tidak Hanya UGD 24 Jam, RSUD Panunggangan Barat Fokus Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

“Kita di Komisi lll sudah meminta kepada Disindagkop untuk segera melakukan pemindahan para pedagang Pasar Anyar itu, supaya segera dilakukan revitalisasi,” pungkasnya.(RZ)