Daerah  

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital, Sasar Santri dan Pemuda hingga Masyarakat

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat kemampuan masyarakat dalam memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi menjadi semakin penting. Tidak hanya bagi generasi muda, kecakapan digital juga dibutuhkan masyarakat di berbagai lapisan dan wilayah.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperluas edukasi literasi digital kepada masyarakat.

Sasarannya tidak terbatas pada kalangan pelajar atau pemuda, tetapi juga menyentuh komunitas santri, remaja masjid, organisasi kepemudaan hingga masyarakat di tingkat kewilayahan.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin, mengatakan literasi digital menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat, terlebih dengan hadirnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memiliki kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi digital. Lebih dari itu, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memahami informasi, melakukan verifikasi, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

“Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan teknologi secara bijak, mampu memilah informasi, dan tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Asep, Selasa, 11 Agustus 2026.

Baca juga:  ASN Tangsel Diingatkan Beri Pelayanan Publik Sesuai Standar dan Berorientasi pada Warga

Ia menjelaskan, pendekatan literasi digital perlu dilakukan secara luas karena setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda.

Bagi kalangan santri dan pemuda, misalnya, literasi digital dapat diarahkan pada kemampuan memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, pembuatan konten positif, pemanfaatan AI, hingga pengembangan kreativitas dan produktivitas.

Sementara di tingkat kewilayahan, literasi digital diarahkan agar masyarakat semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi yang benar, mengakses layanan pemerintah, menyampaikan aspirasi, serta mendukung berbagai aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin literasi digital ini hadir sampai ke masyarakat. Bukan hanya di ruang-ruang pelatihan atau lingkungan pemerintahan, tetapi juga masuk ke pesantren, komunitas pemuda, masjid dan lingkungan kewilayahan,” jelas Asep.

Menurut Asep, ruang-ruang masyarakat tersebut memiliki posisi strategis untuk menjadi simpul penyebaran pengetahuan dan informasi. Karena itu, Diskominfo terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperluas edukasi digital.

Baca juga:  Ancam Wartawan, Ketua Forwat Akan Polisikan Oknum Satpol PP Tangsel

Hal tersebut juga sejalan dengan upaya Pemkot Tangsel mendorong pemanfaatan teknologi di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan digitalisasi masjid yang tidak hanya diarahkan untuk menyediakan akses internet, tetapi juga menjadikan masjid sebagai ruang edukasi, informasi dan pemberdayaan masyarakat.

Di tengah semakin mudahnya masyarakat memperoleh dan memproduksi informasi, kemampuan melakukan verifikasi juga menjadi semakin penting. Terlebih, teknologi AI kini memungkinkan pembuatan teks, gambar, suara maupun video secara cepat sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengenali informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Asep menegaskan, perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Teknologinya akan terus berkembang. Karena itu, kemampuan masyarakat juga harus terus kita tingkatkan. Jangan sampai teknologi berkembang cepat, tetapi kemampuan kita dalam menggunakannya tidak ikut berkembang,” kata Asep.

Melalui berbagai kegiatan literasi digital, Diskominfo Tangsel berupaya membangun masyarakat yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem digital yang sehat.

Baca juga:  Peringati Hari Bumi, Banksacusi Bersama JMSI Tanam Pohon dan Tebar Ikan di Situ Cihuni Tangerang

Ke depan, penguatan literasi digital akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk pesantren, komunitas pemuda, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, masjid, serta unsur kewilayahan.

Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital di Kota Tangerang Selatan diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur dan layanan berbasis teknologi, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kecakapan masyarakat.

Sebab, masyarakat yang cakap digital bukan hanya masyarakat yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Pewarta: Bumi Sunyoto l Editor: AS04