Langgar Aturan, Bangli di Bantaran Kali Krukut Jakpus Dibongkar

Puluhan bangunan liar (Bangli) di sepanjang bantaran Kali Krukut, Karet Tegsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditertibkan. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

Bingkaikota.com – Puluhan bangunan liar (Bangli) di sepanjang bantaran Kali Krukut, Karet Tegsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditertibkan.

Selain melanggar peraturan daerah (Perda), keberadaan 38 bangunan liar tersebut juga dianggap membahayakan warga sekitar.

Penertiban bangunan liar yang dijadikan tempat tinggal tersebut dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Satu persatu bangunan liar nonpermanen dibongkar secara manual.

Sejumlah penghuni hanya bisa pasrah meratapi tempat tinggal mereka rata dengan tanah.

Meski tidak mengantongi izin, sejumlah penghuni sudah menghabiskan dana hingga puluhunan juta untuk membangun tempat itu.

Menurut salah penghuni bangunan liar, Kasmih, mengatakan bahwa ia bersama keluarganya sudah satu tahun tinggal di lokasi tersrbut.

“Dibongkar tidak ada penggantian, awalnya beli punya orang, lalu kita bangun sendiri,” ujar Kasmih, Kamis (23/04/2026).

Ia menambahkan, untuk memangun rumahnya di bantaran kali tersebut menghabiskan 20 juta rupiah.

“Habis 20 juta, sekarang sudah digusur jadi mau tidak mau, kita harus mau,” tegas Kasmih.

Sementara, Camat Tanah Abang, Dwiarti Indriani Utami, mengatakan untuk mngantisipasi banjir dilakukan penataan di bantaran kali krukut.

“Hari ini ditertibakan sebanyak 38 bangunan liar yang mana posisinya memang sangat membahayakan, kaki-kaki bangunan tersebut berada di dalam air kali krukut,” jelas Dwiarti.

Untuk warga akan dipindahkan ke rumah susun bagi yang KTP DKI, sedangkan untuk yang di luar DKI akan dikembalikan ke kampung halaman.

“Bagi yang mau dan memiliki KTP DKI akan dipindahkan ke rusun, sedangkan yang bukan DKI akan dipulangkan ke kampung halaman,” tandas Dwiarti.

Rencananya, lahan tersebut akan dibangun taman penghijauan sebagai titik resapan. Sedangkan para penghuniya akan dipindahkan ke rumah susun di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Pewarta: Ade Saputra
Editor: Lukman