Kecam Pemukulan Wartawan di Semarang, Forwat Akan Turun Aksi

TANGERANG, Bingkaikota.com – Forum Wartawan Tangerang (Forwat) mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh ajudan Kapolri, Ipda Endry Purwa Sefa kepada seoranag wartawan, Makna Zaezar
yang tengah melakukan liputan arus balik di Semarang.

Insiden pemukulan wartawan tersebut menuai kecaman luas dari berbagai komunitas pers di tanah air.

Ketua Forwat Andi Lala dengan tegas mengecam keras akan insiden kekerasan yang menimpa jurnalis yang tengah melakukan liputan kegiatan arus balik mudik lebaran.

“Insiden tersebut jangan dibiarkan, jelas ini tindakan kekerasan dan merusak insitusi Polri. Harus di tindak, karena ini bisa terjadi juga kepada wartawan lain. Kami dengan tegas mengecam tindakan pemukulan itu,” cetus Lala.

Baca juga:  Wali Kota Hadir Dalam Acara Pengukuhan Forum Benteng Toleransi Sambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H

Kemudian, dirinya akan mengajak seluruh organisasi pers di Tangerang untuk melakukan aksi turun ke jalan atas insiden yang telah terjadi.

“Kami menghimbau untuk seluruh organisasi pers agar turun aksi sebagai bentuk solidaritas sesama profesi dan mengecam tindakan represif aparat yang menghalangi kerja jurnalistik.” tegasnya.

Baca juga:  Karang Taruna Cipete Beri Bantuan Sembako Kepada Korban Banjir Banten

Untuk diketahui, peristiwa pemukulan tersebut berlangsung saat Kapolri meninjau arus balik Lebaran 2025 di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada Sabtu (5/4) sore.

Saat Kapolri mendatangi salah satu penumpang yang duduk di kursi roda di dalam area stasiun. Sejumlah jurnalis dari berbagai media, termasuk pewarta foto dan tim humas dari sejumlah lembaga, tengah meliput dan mengambil gambar dari jarak yang wajar. Namun tiba- tiba ajudan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu melakukan aksi arogan dengan memukul kepala seorang jurnalis bahkan mengancam jurnalis lain dengan kalimat, ‘Kalian pers, saya tempeleng satu-satu’.

Baca juga:  Aksi Geng Motor Serang Warga di Tangerang Terungkap, 3 Terduga Pelaku Ditangkap

Sejumlah jurnalis juga mengaku didorong dan diintimidasi, bahkan terdapat jurnalis yang sempat dicekik.(red)