BINGKAIKOTA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi termasuk Pertamax menyusul melemahnya harga minyak mentah dunia.
Harga minyak dunia kembali bergerak di kisaran 70 dolar AS per barel setelah tercapainya kesepakatan damai AS dan Iran serta dibukanya kembali Selat Hormuz.
Sebelumnya pada 10 Juni 2026, Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter akibat lonjakan harga minyak global.
Pemerintah mengaku telah berupaya menahan kenaikan selama mungkin atas arahan Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menegaskan, bahwa harga BBM nonsubsidi sepenuhnya mengikuti mekanisme harga pasar dan harga perekonomian.
“Ketika harga minyak dunia turun, maka BBM nonsubsidi juga dipastikan akan turun, begitu juga sebaliknya, ketika harga miyak dunia naik, harga nonsubsidi harus menyesuaikan hara keekonomiannya,” ujar Dwi, Rabu, 17 Juni 2026.
Dwi menyebut, pemerintah selama ini berupaya semaksimal mungkin menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Walhasil, Pertamax sempat menjadi satu-satunya BBM nonsubsidi yang tidak mengalami kenaikan harga, meski pada akhirnya dinaikkan menjadi Rp 16.250.
“Tapi seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian,” tegas Dwi.
“Seperti itu. Jadi kalau ditanya akan turun enggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM nonsubsidi,” katanya menandaskan.
Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman


