Vera Ikut May Day Diajak Tetangga Pakai Bus Rombongan ke Monas

Dapat Uang dan Minyak dengan Foto Copy KTP

Warga Jalan H. Cepe, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, Vera Yulianti, meninggal dunia saat ikut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas, Jakarta. Bingikaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Keikutsertaan mendiang almarhumah Vera Yulianti di peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat, 1 Mei 2026 di kawasan Monas, Jakarta, diduga diiming-iming uang dan minyak dengan sayarat mengumpulkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namaya saat ditemui bingkaikota.com mengatakan, mereka yang bukan buruh memang digerakan untuk ikut peringatan Hari Buruh Intenasional atau May Day di Monas.

“Mereka sudah disiapkan bus, jam lima sudah harus kumpul di lokasi yang sudah ditentukan, dapat uang Rp50 ribu dan Miyak dengan foto copy KTP,” jelasnya, Rabu, 3 Mei 2026.

Bahkan, sebelum peringatan Hari Buruh Internasional tersebut berlangsung, sejumlah orang di Kota Tangerang sibuk mencari bus untuk memberangkatkan mereka ke Monas, Jakarta.

“Sebelum peringatan itu banyak orang yang sibuk cari bus untuk memberangkatkan mereka ke jakarta. Itu ada koordinatornya dimasing-masing,” ungkapnya.

Sebelumnya, ibu korban, Parni 63 tahun mengatakan, korban berangkat dari Pinang sekitar pukul 05.30 WIB menggunakan bus bersama rombongan. Namun, Parni mengungkapkan, putrinya pamit bukan untuk acara aksi unjuk rasa buruh, melainkan hanya jalan-jalan ke Monas.

“Anak saya bilangnya diajak jalan-jalan ke Monas sama tetangga, katanya nanti di sana dikasih sembako, tapi diminta foto KTP juga. Tapi tidak bilang kalau anak syaa ikut aksi buruh,” ujar Parni.

Parni menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Vera terpisah dari teman-temannya saat sedang mengantre pembagian sembako di tengah cuaca panas dan desakan massa. Kondisi di lapangan yang sangat padat diduga menjadi pemicu putrinya kelelahan hingga pingsan.

“Mungkin karena kepanasan dan dehidrasi, apalagi desak-desakan. Dia terpisah sama rombongan temannya, jadi temannya pun awalnya tidak tahu kalau dia pingsan,” ujarnya.

Kabar duka baru sampai ke telinga keluarga, kata Parni, setelah saudara laki-laki korban menerima informasi bahwa Vera telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Gatot Subroto dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Namun, takdir berkata lain. Sekitar pukul 02.15 WIB dini hari, Vera dinyatakan meninggal dunia. Meski sempat ada pihak yang membantu pengurusan di rumah sakit, Parni mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas penanggung jawab dari rombongan yang mengajak anaknya tersebut.

Kini, keluarga hanya bisa meratapi kepergian Vera yang niat awalnya hanya ingin sekadar jalan-jalan dan membawa pulang sembako, namun justru berujung maut di tengah hiruk-pikuk aksi massa di Jakarta.

“Kami saat ini masih menunggu respons lanjutan dari pihak-pihak yang mengajak korban setelah memberi kabar duka tersebut,” tandasnya.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman