Karangan Bunga Tokoh Partai Gerindra Banjiri Rumah Duka Vera Yulianti

Karangan bunga ucapan belasungkawa dari Presiden Parbowo Subianto terlihat berjaja di rumah Duka Vera Yulianti. Bingkaikota.com/Rudi Salam.

BINGKAIKOTA.COM – Kediaman Vera Yulianti, di Jalan H. Cepe, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, dipenuhi karangan bunga dari sejumlah tokoh politik partai Gerakan Indonesia Raya (Grindra), Sabtu, 02 Mei 2026.

Deretan bunga papan tersebut berjajar panjang di sepanjang gang menuju rumah duka. Sejumlah nama besar partai Grindra terlihat menyampaikan belasungkawa melalui karangan bunga.

Beberapa nama besar tersebut, Turidi Susanto, Pontjo Prajogo, Junadi, Apanudin dan Hendra Gunawan.

Tak hanya dari kalangan partai Gerindra Kota Tangerang, ucapan duka juga datang dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang juga ketua umum Partai Gerindra.

Kepergian almarumah Vera Yulianti menjadi duka yang mendalam bagi keluarga. Pasalnya, Vera pamit kepada orang tuanya bukan untuk ikut aksi May Day. Namun, jalan-jalan ke Monas.

Vera dikabarkan meninggal dunia setelah sempat kritis akibat mengalami dehidrasi berat di tengah lautan masa buruh saat mengikuti aksi peringatan May Day tersebut.

Vera yang sempat mendapat pertolongan dan perawatan di ruang ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Namun, takdir berkata lain, korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 02 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.

Adik ipar korban, Agus (40), menjelaskan, insiden bermula ketika korban terpisah dari rombongannya di tengah kerumunan massa di kawasan Monas. Cuaca terik yang ekstrem diduga menjadi pemicu utama kondisi kesehatan korban menurun drastis.

“Kondisinya panik karena terpisah dari rombongan, sendirian di tengah keramaian. Katanya kakak saya tidak kuat cuaca panas, kena dehidrasi tinggi dan pingsan di lokasi,” ujar Agus saat saat dihubungi, Sabtu, 2 Mei 2026.

Kabar pingsannya korban sampai ke telinga keluarga sekitar pukul 12.00 WIB, tepat saat waktu salat Jumat. Berdasarkan informasi yang diterima Agus, korban pertama kali ditolong oleh petugas Polwan di lokasi aksi dan segera dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Agus mengatakan, proses evakuasi sempat terkendala oleh kemacetan parah di sekitar jalur Monas hingga jalur menuju RSPAD Gatot Subroto karena banyaknya bus massa aksi yang parkir di bahu jalan.

“Pas saya sampai di rumah sakit habis Jumat, kondisi kakak saya sudah kritis. Sudah dipasang alat medis dan selang-selang semua. Dokter sudah berusaha semampunya di ICU, tapi takdir berkata lain,” tuturnya.

Terkait kehadiran korban di lokasi aksi tersebut, Agus menyebut, bahwa kakaknya itu bukanlah kader partai politik tertentu dan saat ini sedang tidak bekerja (bukan buruh aktif). Namun, korban berangkat bersama rombongan tetangga karena diajak untuk meramaikan aksi buruh.

“Memang diajaknya buat ikut aksi buruh. Tapi kalau ke ibu bilangnya mau jalan-jalan ke Monas, mungkin supaya diizinkan pergi. Namanya orang tua, kalau bilang mau ikut demo atau aksi pasti dilarang sama anak,” jelas Agus.

Agus menyampaikan, bahwa Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang, Turidi Susanto, sempat menjenguk korban saat masih dirawat di rumah sakit pada Jumat malam. Menurut Agus, wakil Ketua DPRD Kota Tangerang itu membantu memfasilitasi urusan administrasi BPJS Kesehatan agar proses penanganan medis berjalan lancar.

“Pak Turidi sudah datang semalam, mengobrol dengan saya. Beliau membantu urusan BPJS untuk penjaminan di rumah sakit. Namun untuk pemulangan jenazah, kami menggunakan biaya pribadi,” tandas Agus.

Pewarta: Rudi Salam l Editor: AS04