Kedelai Impor Makin Mahal, Pengusaha Tempe di Kota Tangerang Tipiskan Ukuran

Pengusaha tempe di Kota Tangerang, Banten, keluhkan mahalnya harga kedelai imbas perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

Bingkaikota.com – Pengusaha tempe di Kota Tangerang, Banten, terpaksa harus mempertipis ukuran tempenya dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu menyusul naiknya biaya impor kedelai dari Amerika Serikat imbas konflik di Timur Tengah yang kian memanas. Dampaknya, harga kedelai juga ikut melambung.

Abdul Malik, salah satu pengusaha tempe di Jalan Irigasi Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang menyebut, awal kenaikan kedelai pada awal Ramadhan kemarin.

“Awal kenaikannya di bulan Ramadhan, dari Rp9.500 naik menjadi Rp11.500 hingga saat ini. Kemungkinan bisa naik lagi,” ujar Malik, Kamis (09/04/2026).

Malik menambahkan, kebutuhan kedelai untuk membuat tempe 160 kilogram setiap hari. Namun, untuk tetap bertahan ukurannya diperkecil dan nombok modal.

“Awalnya pendapatan setabil, tapi sekarang malah jadi buat nombok modal. pembelian, langganan bekurang karena pada komplain tempatnya dikecilin, jadi pendapatan berkurang,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, para produsen tempe di Kota Tangerang berharap agar pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai hingga kembali ke harga normal sehingga tidak mengancam ladang usahanya.

“Harga tempe tetap, nggak naik, sepotongnya Rp4.000, tapi cara bikinnya ditipisin, agak lebih kecil ukuran tempenya. harapannya, harga kedelai kembali normal di angka Rp9.500,” tandasnya.

Pewarta: Ade Saputra
Editor: Abidin