Gelar Reses III, Gatot Wibowo Serap Aspirasi Warga Cipondoh Kota Tangerang

Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Tqngerang, Gatot Wibowo menggelar Reses III Masa Sidang 2025-2026. Bingkaikota.com/Sugianto Wijaya.

BINGKAIKOTA.COM – Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Tqngerang, Gatot Wibowo menggelar Reses III Masa Sidang 2025-2026, Sabtu 20 Juni 2026.

Reses yang berlangsung di Perumahan Poris Garden RT 03 RW 08, Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Banten Yeremia Mendrofa, Sekretaris Camat Cipondoh Nur Alamsyah, para Ketua RT RW se-Cipondoh Indah, serta pengurus ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Cipondoh.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian, mulai dari perbaikan dan pelebaran jalan, pembangunan flyover, penanganan banjir, kemacetan lalu lintas, hingga program pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Anggota DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, mengatakan bahwa pelaksanaan reses kali ini melibatkan unsur legislatif dari berbagai tingkatan serta pemerintah daerah agar aspirasi masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

“Kami hadir di sini untuk berbuat dan membangun wilayah. Reses ini bertujuan menghimpun aspirasi masyarakat agar dapat kami perjuangkan, sehingga berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat dapat terselesaikan,” ujar Gatot.

Baca juga:  Korban Kebakaran di Panut Kota Tangerang dapat Bantuan

Menurut Gatot, sinergi antara DPRD Kota, DPRD Provinsi, DPR RI dan pemerintah daerah menjadi langkah efektif dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Camat Cipondoh, Nur Alamsyah, menilai kolaborasi antara pemerintah dan DPRD melalui kegiatan reses merupakan wadah strategis untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergitas dalam mewujudkan program prioritas pembangunan.

“Aspirasi yang bisa diselesaikan secara langsung akan segera kami tindak lanjuti. Sedangkan yang membutuhkan proses dan koordinasi lebih lanjut akan kami tampung untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga memiliki forum perencanaan pembangunan melalui Musrenbang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota, yang sebelumnya diawali dengan rembug warga.

“Dengan adanya wakil rakyat, program-program prioritas yang diusulkan masyarakat dapat terus dikawal hingga terealisasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RW 08 Cipondoh Indah, Ali Sanjaya, menyoroti kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan di kawasan Perumahan Poris Garden. Menurutnya, meskipun dikenal sebagai kawasan perumahan yang cukup maju, masih banyak kebutuhan pembangunan yang harus diperhatikan.

Baca juga:  Polisi Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, 2 Pria asal Aceh Ditangkap

“Jalan lingkungan masih perlu ditingkatkan dari konblok menjadi aspal. Selain itu, aktivitas pedagang yang semakin banyak juga perlu ditata agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Nurdiansyah, pengurus Ranting PDI Perjuangan Poris Plawad Indah, menyoroti persoalan kemacetan yang semakin parah di kawasan depan Kantor Kecamatan Cipondoh hingga sekitar Stasiun Poris.

“Dulu Cipondoh dikenal dengan ikon Danau Cipondoh, sekarang justru dikenal dengan kemacetannya. Selain macet, kawasan tersebut juga rawan kecelakaan. Dibutuhkan solusi konkret seperti pelebaran jalan atau pembangunan flyover di stasiun Poris,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Gatot Wibowo menjelaskan bahwa rencana pelebaran Jalan KH Hasyim Ashari, khususnya di kawasan Danau Cipondoh, telah dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Banten.

“Informasi yang kami terima, pembangunan jalannya akan dilakukan oleh Pemprov Banten, sementara pembebasan lahannya oleh Pemkot Tangerang. Nanti akan kami cek kembali sejauh mana progresnya. Harapan kami pembebasan lahan juga bisa dibantu oleh provinsi karena kebutuhan anggarannya cukup besar,” jelasnya.

Selain persoalan kemacetan, warga juga mengeluhkan banjir yang masih kerap terjadi di beberapa wilayah Cipondoh Indah. Ketua RW 010 Cipondoh Indah, Aliman, mengatakan banjir umumnya disebabkan oleh luapan saluran air dan kiriman air dari Kali Angke saat curah hujan tinggi.

Baca juga:  Pemkot Siap Kolaborasi Dengan PPNI Wujudkan Kualitas Perawat Kelas Dunia

“Ketinggian genangan berbeda-beda tergantung intensitas dan durasi hujan yang turun,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Gatot mengungkapkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang sebelumnya telah melakukan penanganan melalui pembangunan sodetan. Namun, atas aspirasi yang kembali disampaikan warga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait agar melakukan peninjauan ulang ke lokasi.

“Warga berharap adanya perbaikan tata kelola air di wilayah RW 08, RW 09, RW 10 dan wilayah lainnya. Saat ini kapasitas saluran pembuangan air masih sangat terbatas sehingga perlu solusi yang lebih komprehensif agar persoalan banjir dapat teratasi,” pungkas Gatot.

Pewarta: Sugianto Wijaya l Editor: AS04