3000 Siswa Baru SMA-SMK di Pangandaran Tutup MPLS dengan Aksi Ekologi

Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan (MPLS) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Tahun 2026 ditutup dengan aksi ekologi. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan (MPLS) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Tahun 2026 ditutup dengan aksi ekologi.

Sebanyak 3000 peserta didik baru jenjang SMA dan SMK tumpah ruah membersihkan sampah di bibir Pantai Barat Pangandaran, Selasa, 21 Juli 2026.

Kasubag KCD Wilayah XIII Disdik Jawa Barat, Rudianto menegaskan, edukasi ekologi kali ini di ikuti oleh 300 siswa baru SMA dan SMK se-Kabupaten Pangandaran.

“Langsung praktek di lapangan bersama para peserta didik untuk membersihkan sampah yang ada di bibir pantai barat pangandaran sejauh lima kilo meter,” ujar Rudianto.

Baca juga:  Tahun Ajaran Baru, SMK Muhammadiyah 2 Tangerang Gratiskan Semua Biaya Pendidikan

Ia mengatakan, bahwa aksi ekologi tersebut sebagai bentuk kepedulian pendidikan terhadap lingkungan, seperti membersikan sampah di area objek wisata di Pangandaran.

“Aksi ini tetntunya sebagai bentuk kepedulian pendidikan, khususnya para siswa terhadap lingkungan dan kebersihan area objek wisata di Pangandaran,” ungkap Rudianto.

Sementara, Kepala Dinas SDA Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik mengatakan, bahwa implementasi dari aksi ekologi ini merupakan salah satu program yang ada di MPLS.

“Adapun tujuan dari aksi ekologi tersebut bertujuan untuk membentuk karakter para pelajar dan sekaligus peduli kebersihan lingkungan terlebih lagi di area obyek wisata serta implementasi dari program Gubernur Jabar yakni program Panca Waluya,” tegas Dikky.

Baca juga:  Teror Bom saat Pelaksanaan MPLS, Pria di Jaksel Diamankan Polisi

Selain itu aksi ekologi ribuan pelajar di area obyek wisata ini juga bertujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada pada wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.

“Jika area obyek wisata pantai dalam kondisi bersih dan terbebas dari sampah, maka pengunjug akan merasa nayaman saat berkunjung,” ungkap Dikky.

Adapun sampah dari hasil aksi ekologi tersebut nantinya MKKS dan KCD XIII Jawa Barat menyiapkan Bank Sampah untuk dipilah, lalu sisanya dibuang ke TPA terdekat.

Baca juga:  Prodi Ilmu Komunikasi UMT Raih Akreditasi UNGGUL, Komitmen Cetak Lulusan Siap Bersaing Global

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman