BINGKAIKOTA.COM – Perubahan kebutuhan industri dan pesatnya perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Raharja membekali 356 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui kegiatan Pengenalan Program Studi dan Kampus (Prospek).
Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan mahasiswa pada sistem dan lingkungan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesiapan menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Rektor Universitas Raharja, Po Abas Sunarya mengatakan, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk memperkaya kompetensi dan pengalaman. Menurutnya, gelar akademik harus disertai kemampuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“Tujuan kuliah bukan hanya mendapatkan ijazah, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memiliki kemampuan, pengalaman, dan karakter yang dapat bermanfaat ketika terjun ke masyarakat,” jelasnya, Kamis, 10 September 2026.
Abas menambahkan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah mahasiswa yang berhasil dihimpun. Lebih jauh, kualitas lulusan dan kemampuan mereka mengambil peran setelah lulus menjadi hal yang penting.
Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi AI
Salah satu kompetensi yang menjadi perhatian Universitas Raharja adalah Artificial Intelligence (AI). Perkembangan AI yang semakin luas dinilai akan membawa perubahan terhadap pola kerja, industri, hingga kebutuhan kompetensi tenaga profesional.
Karena itu, Universitas Raharja mendorong integrasi AI dalam pendidikan, mulai dari kurikulum hingga aktivitas pembelajaran.
“Raharja selalu tampil di depan. Kita harus mewajibkan kecerdasan buatan itu menyertai dalam program pendidikan, kurikulum, dan berbagai aspek pembelajaran lainnya,” kata Abas.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka perlu diarahkan agar mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan gagasan, inovasi, serta solusi atas berbagai persoalan.
Namun, kemampuan digital harus tetap ditopang karakter yang kuat. Universitas Raharja juga memberikan perhatian terhadap aspek moral, etika, dan integritas mahasiswa agar perkembangan teknologi tidak menghilangkan tanggung jawab sosial.
Mahasiswa baru diingatkan untuk menjauhi tindakan yang dapat merusak masa depan, seperti pelanggaran hukum, korupsi, maupun penyalahgunaan narkoba.
Dengan perpaduan antara pendidikan akademik, penguasaan teknologi, pengalaman, dan pembentukan karakter, Universitas Raharja berharap 356 mahasiswa baru tersebut dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang adaptif dan siap berkompetisi di tengah perubahan dunia kerja.
Pewarta: Andry l Editor: Lukman


