Ragam  

Laika, Anjing Liar Asal Moskov Pertama Yang ke Luar Angkasa Namun Tak Kembali Bumi

Anjing liar asal Moskov bernama Laika yang megorbit bumi pada tahun 1957. Bingkaikota.com/Ade Saputra/Dok Net.

BINGKAIKOTA.COM – Pada 369 tahun yang silam, tepatnya Minggu, 3 November 1957, Uni Soviet melucurkan satelit Sputink ll dengan roket R-7 ke luar angkasa.

Sputink II adalah satelit kedua buatan Uni Soviet yang diluncurkan bersama seekor anjing liar asal Moskov bernama Laika dengan misi dampak perjalanan luar angkasa bagi mahluk hidup.

Para ilmuan Soviet memilih anjing liar karena menganggap mereka mampu bertahan dalam kondisi dingin dan kelaparan yang ekstrim.

Tujuan utama pengiriman Laika ke orbit adalah untuk membuktikan bahwa mahluk hidup bisa bertahan di luar angkasa dan menghadapi kondisi tanpa bobot (weightlessenss).

Namun sayangnya Sputink II tidak dirancang untuk kembali ke bumi karena keterbatasan teknologi, sehingga Laika ditakdirkan untuk mati di luar angkasa.

Misi hewan ke angkasa luar adalah bagian dari persaingan Uni Soviet dan Amerika Serikat. Beberapa bulan Setelah berhasil menerbangkan Sputnik, satelit pertama di dunia, pesawat Laika, Sputnik II mengorbit. AS pun makin tertinggal dalam teknologi ini kala itu.

Media-media AS pun mengkritik keputusan Soviet mengirim anjing ke angkasa luar. Menurut laporan Majalah Time tahun 1957, media barat menyebut program itu sebagai, ‘tindakan barbar’.

“Headline menyebut program itu ‘pupnik, pooch-nik, sputput dan woofnik,” tulis Time.

Komentar yang paling keras datang dari media Inggris, mereka menulis, “Anjing itu akan mati, kita tak bisa menyelamatkannya.”

Akibatnya, kedutaan Soviet di London terpaksa membuat suasana perayaan di kantornya dengan membuat pernyataan, “kami mencintai anjing.”

Proyek ambisius itu berakhir dengan meledaknya Sputnik ll, wahana yang membawa Laika. Pada tahun 2002, sebuah laporan menyebut, anjing itu tewas dengan mengenaskan.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman