Donor Darah Nasional Tasyakur 100 Tahun Ahmadiyah Indonesia Himpun 1.122 Kantong Darah di 28 Titik

JAKARTA, BINGKAIKOTA.COM – Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menggelar Gerakan Donor Darah Nasional (GDDN) dalam rangka Tasyakur 100 Tahun Ahmadiyah di Indonesia. Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan secara estafet di 28 titik yang tersebar di berbagai daerah selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak 15 November hingga 25 Desember 2025.

Berdasarkan rekapitulasi panitia, kegiatan tersebut berhasil menghimpun sebanyak 1.122 kantong darah dari total 1.678 partisipan. Seluruh darah yang terkumpul disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) guna mendukung ketersediaan stok darah nasional yang dibutuhkan masyarakat.

GDDN Tasyakur tidak sekadar menjadi rangkaian perayaan satu abad keberadaan Ahmadiyah di Indonesia, tetapi juga dimaknai sebagai wujud kontribusi nyata dalam bidang kemanusiaan. Aksi donor darah dipilih karena dinilai memiliki dampak langsung dan luas bagi keselamatan nyawa manusia.

Ketua Panitia Pelaksana GDDN Tasyakur, Suherman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur Jemaat Ahmadiyah atas perjalanan 100 tahun pengabdiannya di Indonesia. “Setiap kantong darah yang didonorkan berpotensi menyelamatkan nyawa. Ini adalah bentuk syukur kami dengan berbagi kehidupan untuk sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan tersebut berangkat dari nilai universal Jemaat Ahmadiyah, yakni Love for All, Hatred for None, yang menekankan kepedulian tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan. Prinsip itu diwujudkan melalui aksi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Selain aspek kemanusiaan, GDDN Tasyakur juga mengusung misi edukasi. Dalam setiap pelaksanaan donor darah, panitia memberikan pemahaman kepada peserta mengenai manfaat donor darah, syarat kesehatan pendonor, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Edukasi tersebut secara khusus menyasar generasi muda agar tumbuh kesadaran untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin di masa depan. Panitia berharap, meskipun belum seluruh peserta dapat mendonorkan darahnya saat ini, kesadaran yang dibangun akan berkelanjutan.

Pelaksanaan GDDN Tasyakur melibatkan wilayah-wilayah strategis, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua Barat. Jawa Barat tercatat menjadi salah satu daerah dengan tingkat partisipasi tertinggi.

Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kolaborasi antara Jemaat Ahmadiyah, relawan, tenaga medis, serta PMI di masing-masing daerah. Seluruh rangkaian donor darah dilaksanakan sesuai standar medis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pendonor.

PMI mengapresiasi konsistensi Jemaat Ahmadiyah Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah secara rutin. Menurut PMI, gerakan terorganisir seperti ini sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah, terutama pada periode-periode krusial.

Melalui GDDN Tasyakur 100 Tahun Ahmadiyah Indonesia, JAI berharap dapat menginspirasi komunitas dan institusi lain untuk turut berperan aktif dalam aksi kemanusiaan. Setetes darah yang didonorkan, demikian pesan yang disampaikan, dapat menjadi harapan hidup bagi sesama dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. (prh)