BINGKAIKOTA.COM – Kabar besar datang dari Kota Tangerang. Kali ini bukan soal konser, bukan pula soal jalan baru, melainkan soal yang aromanya dijamin bikin semua orang menoleh.
Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang tercatat menganggarkan Rp1.967.098.000 untuk membeli 2 unit truk vakum tinja.
Belum cukup sampai di situ, masih ada tambahan Rp98.800.000 untuk membeli selang sedot tinja sepanjang 1.300 meter
Totalnya? Rp2.065.898.000
Begitu angka itu muncul, grup WhatsApp warga langsung lebih ramai daripada grup arisan.
“Ini truk sedot tinja atau armada ekspedisi?” tulis seorang warganet.
Yang lain ikut menghitung.
“Kalau selangnya disambung semua jadi 1,3 kilometer. Truknya bisa parkir di kantor, selangnya jalan-jalan sendiri keliling kampung.”
Belum selesai di situ. Ada yang mengusulkan agar selang tersebut diberi nama ‘Tol Tinja Trans Tangerang’ karena panjangnya membuat orang membayangkan bisa menjangkau gang-gang tanpa sopir perlu memindahkan truk.
Warganet lain bahkan bercanda, “Kalau tetangga sebelah septic tank-nya penuh, jangan panik. Selangnya mungkin bisa nyampe dari RW sebelah.”
Meski begitu, di balik semua candaan, pengadaan ini memang memiliki tujuan pelayanan sanitasi. Truk vakum tinja dibutuhkan untuk mendukung layanan penyedotan limbah domestik, sementara selang yang panjang dapat membantu menjangkau lokasi yang sulit dimasuki kendaraan.
Namun karena total anggarannya tembus lebih dari Rp2 miliar, imajinasi publik telanjur melesat ke mana-mana.
Ada yang bertanya apakah truknya nanti pakai GPS khusus pencari septic tank. Ada pula yang berseloroh agar sopirnya diberi penghargaan “Pahlawan Sanitasi” karena menjalankan tugas yang tidak semua orang sanggup melakukannya.
Terlepas dari berbagai guyonan itu, satu harapan warga tetap sama: kalau anggarannya miliaran, pelayanan penyedotan tinja juga harus makin cepat, mudah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya.
Karena pada akhirnya, urusan sanitasi memang bukan bahan bercanda. Yang jadi bahan bercanda hanyalah imajinasi warganet ketika membaca angka Rp2 miliar untuk dua truk dan 1,3 kilometer selang.
Pewarta: Lukman Hakim l Editor: AS04


