Ragam  

Mitos atau Fakta? Presiden Indonesia yang Injakan Kaki di Kediri Bakal Lengser

Mitos yang menyebut presiden Indonesia akan lengser setelah menginjakkan kaki di Kediri kembali menjadi perbincangan publik. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Mitos yang menyebut presiden Indonesia akan lengser setelah menginjakkan kaki di Kediri kembali menjadi perbincangan publik.

Kepercayaan ini telah lama beredar di tengah masyarakat dan dikaitkan dengan sejarah serta legenda yang berkembang sejak masa Kerajaan Kediri.

Cerita tersebut semakin dikenal karena sejumlah presiden yang pernah berkunjung ke Kediri kemudian tidak lagi menjabat dalam kurun waktu tertentu.

Asal Mula Mitos

Mitos ini dipercaya berasal dari sejarah dan legenda Kerajaan Kediri. Ada kepercayaan turun-temurun bahwa wilayah Kediri memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi nasib pemimlin, termasuk Presiden Indonesia.

Baca juga:  Luncurkan SPBE Versi 2, Dr. Nurdin : Langkah Menuju Birokrasi Digital yang Efisien 

Peristiwa yang Memperkuat Mitos

Beberapa Presiden Indonesia yang pernah berkunjung ke Kediri kemudia tidak lagi menjabat dalam waktu yang relatif singkat. Peristiwa ini membuat sebagian masyarakat mengaitkanya dengan adanya kutukan Kediri.

Fakta vs Mitos

Tidak ada bukti ilmiah atau sejarah yang kuat bahwa kunjungan ke Kediri menyebabkan seorang Presiden lengser.

Baca juga:  10 Hewan Tangguh yang Tinggal di Kaki Gunung Berapi Bawah Laut

Lengsernya Presiden lebih disebabkan oleh faktor politik, ekonomi, sosial, dan hukum yang kompleks.

Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah berkunjung ke Kediri dan tetap menyelesaikan masa jabatannya hingga akhir.

Warisan Budaya yang Tetap Hidup

Terlepas dari benar atau tidaknya, mitos ini tetap menjadi bagian dari folklore dan identitas budaya masyarakat Kediri.

Cerita tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah, kepercayaan, dan budaya lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Sinergi Lintas Sektor, LRPPN Bhayangkara Indonesia Banten Bentengi Santri Asshiddiqiyah 2 dari Bahaya Narkoba

Pewarta: Ade Saputra I Editor: Lukman