BINGKAIKOTA.COM – Laga BBP FC versus Denis FC di babak perempat final Paku Jaya Cup, pada Minggu sore kemarin, 31 Mei 2026, diwarnai kericuhan. Berakhir tanpa kepastian hasil setelah pertandingan dihentikan akibat kericuhan saat skor imbang 1-1.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan berintensitas tinggi. Ribuan penonton yang memadati lapangan semakin menambah atmosfer pertandingan yang disebut-sebut layaknya final yang datang lebih awal.
BBP FC yang ditangani Asri Akbar, mantan pemain Liga 1 yang pernah memperkuat PSM Makassar, Persib Bandung, Sriwijaya FC, dan Persita Tangerang, menurunkan sejumlah pemain berpengalaman. Di antaranya Samsudin, eks pemain Arema FC, serta Fadil Redian yang pernah membela Persikota Tangerang dan kini memperkuat Sriwijaya FC.
Sementara itu, Denis FC juga datang dengan kekuatan penuh. Tim tersebut diperkuat sejumlah nama besar seperti Hamka Hamzah, mantan kapten Persija Jakarta, serta Annas, mantan penjaga gawang Persita Tangerang. Selain itu terdapat pemain-pemain tarkam berpengalaman lainnya seperti Abdullah, Bison, Diakite dan sejumlah pemain senior lainnya.
Jual beli serangan terjadi sepanjang pertandingan. Benturan antarpemain beberapa kali tak terhindarkan sehingga wasit harus mengeluarkan sejumlah kartu kuning untuk menjaga jalannya laga tetap kondusif.
Denis FC berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-21′. Berawal dari tendangan bebas kiper Annas yang mengarah ke tengah lapangan, bola diterima Hamka Hamzah sebelum diteruskan kepada Indra. Dengan satu sentuhan, Indra langsung melepaskan tembakan ke arah gawang yang gagal diantisipasi kiper BBP FC dan membawa Denis FC unggul 1-0.
Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum
Memasuki babak kedua, BBP FC meningkatkan tekanan melalui kombinasi umpan pendek dan bola-bola lambung. Namun solidnya lini pertahanan Denis FC membuat berbagai peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Ketegangan sempat meningkat menjelang akhir pertandingan ketika terjadi insiden kecil saat kiper Annas mengalami kram. Meski demikian, pertandingan tetap dilanjutkan.
Gol penyeimbang akhirnya lahir pada masa tambahan waktu. Berawal dari lemparan ke dalam Fadil Redian yang mengarah langsung ke area berbahaya, bola sempat mengenai kepala pemain Denis FC sebelum meluncur ke gawang. Annas yang berusaha menghalau bola tidak mampu mencegah terjadinya gol sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut memicu protes keras dari kubu Denis FC. Situasi semakin memanas ketika sejumlah penonton masuk ke dalam lapangan. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, wasit pertandingan turut menjadi sasaran dalam kericuhan tersebut sebelum akhirnya diamankan oleh panitia dan aparat kepolisian yang bertugas di lokasi.
Akibat situasi yang tidak kondusif, pertandingan dihentikan sebelum wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua.
Informasi yang dihimpun menyebutkan panitia telah melakukan mediasi antara kedua kubu. Namun hingga berita ini diturunkan, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan ataupun keputusan resmi terkait kelanjutan maupun hasil akhir pertandingan.
Pantauan pada akun Instagram resmi Pakujaya Cup XI 2026 menunjukkan panitia juga belum mengumumkan hasil pertandingan. Sementara itu, baik BBP FC maupun Denis FC hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi melalui kanal media sosial masing-masing terkait insiden tersebut.
Dengan belum adanya keputusan resmi dari panitia, status pertandingan BBP FC kontra Denis FC masih menunggu hasil rapat dan keputusan penyelenggara Pakujaya Cup XI Tahun 2026.
Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman


