Ragam  

Sejarah Opor Ayam Hingga Populer di Nusantara dan jadi Menu Favorit saat Lebaran

Opor ayam adalah hidangan hasil akulturasi budaya India (kari) dan Arab (gulai) yang masuk ke Nusantara melalui pesisir Sumatra dan Jawa sekitar abad ke-15 atau 16. Bingkaikota.com/Bumi Sunyoto/Dok Net.

BINGKAIKOTA.COM – Opor ayam adalah hidangan hasil akulturasi budaya India (kari) dan Arab (gulai) yang masuk ke Nusantara melalui pesisir Sumatra dan Jawa sekitar abad ke-15 atau 16.

Masyarakat Jawa memodifikasi kuliner tersebut dengan bahan lokal, santan, dan rempah lebih ringan, yang kini menjadi makanan wajib Lebaran yang menyimbolkan permohonan maaf dan kebersamaan.

Berikut adalah poin-poin penting sejarah opor ayam:

Akulturasi Budaya: Opor merupakan bentuk modifikasi dari gulai khas Arab dan kari khas India yang disesuaikan dengan selera lidah masyarakat lokal di Indonesia.

Masuk Melalui Pesisir: Kuliner ini dibawa pedagang Arab dan India ke wilayah pesisir seperti Sumatra dan Jawa sekitar abad ke-15 hingga ke-16.

Modifikasi Jawa: Masyarakat Jawa tidak terbiasa dengan kari yang penuh rempah, sehingga disesuaikan menjadi opor yang kuah santannya lebih ringan dan kuning (pengaruh India/kunyit) atau putih (perpaduan Tionghoa-Jawa).

Identik dengan Lebaran: Opor ayam menjadi hidangan wajib Lebaran yang dihidangkan bersama ketupat. Secara filosofis, dalam budaya Jawa, opor sering dikaitkan dengan istilah “ngapura” atau memaafkan.

Makna Filosofis: Santan yang kental melambangkan kemakmuran, sementara sajian ini melambangkan kesucian (putihnya kuah) dan kebersamaan.

Opor ayam berkembang pesat di Jawa dan kini menjadi salah satu masakan tradisional Indonesia yang paling populer.

Pewarta: Bumi Sunyoto l Editor: AS04