BINGKAIKOTA.COM – Kasus dugaan perundungan yang berujung tewasnya siswa SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, terus diusut pihak terkait. Yang terbaru, Pemkab Malang mencopot Kepala SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Erning Rustini.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo. Pencopotan dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan yang sedang dilakukan polisi.
“Untuk sekarang ini, karena prosesnya sedang dilakukan oleh APH [aparat penegak hukum] untuk memudahkan informasi dan komunikasi, saat ini kepala sekolah [Erning Rustini] kita berhentikan sememtara,” ungkap Bagus, Jumat, 9 Oktober 2026.
Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta seluruh kepala daerahnya untuk meningkatkan pengawasan sekolah menyusul tewasnya bocah SD di Pemalang yang diduga akibat perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya di sekolah.
“Jadi di tempat kita harus, kepala sekolah harus zero bullying dengan mengedepankan edukasi-edukasi yang kita lakukan. Maka seluruh kepala sekolah kita sudah surati agar tidak terjadi lagi seperti yang di Pemalang,” tegas Luthfi.
Dari pemeriksaan delapan saksi, termasuk empat anak polisi akhirnya menetapkan dua anak yang diduga berkonflik dengan hukum.
Rabu pekan lalu, MHA siswa kelas dua SDN 01 Kebondalem, Pemalang meninggal dunia karena diduga dianiaya dua orang kakak kelasnya. Korban meninggal dunia karena luka dalam setelah menjalani perawata selama sepekan di Rumah Sakit.
Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman


