Buntut Kasus Perundungan Siswa SD, Kepala Sekolah di Pemalang Dicopot

Foto ilustrasi. Bingkaikota.com/Ade Saputra/Google Gemini.

BINGKAIKOTA.COM – Kasus dugaan perundungan yang berujung tewasnya siswa SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Jawa Tengah, terus diusut pihak terkait. Yang terbaru, Pemkab Malang mencopot Kepala SDN 01 Kebondalem, Pemalang, Erning Rustini.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo. Pencopotan dilakukan untuk memudahkan proses penyidikan yang sedang dilakukan polisi.

“Untuk sekarang ini, karena prosesnya sedang dilakukan oleh APH [aparat penegak hukum] untuk memudahkan informasi dan komunikasi, saat ini kepala sekolah [Erning Rustini] kita berhentikan sememtara,” ungkap Bagus, Jumat, 9 Oktober 2026.

Baca juga:  Polisi Siagakan 22 Pos Pantau di Titik Rawan Kriminalitas di Kota Tangerang

Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta seluruh kepala daerahnya untuk meningkatkan pengawasan sekolah menyusul tewasnya bocah SD di Pemalang yang diduga akibat perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya di sekolah.

“Jadi di tempat kita harus, kepala sekolah harus zero bullying dengan mengedepankan edukasi-edukasi yang kita lakukan. Maka seluruh kepala sekolah kita sudah surati agar tidak terjadi lagi seperti yang di Pemalang,” tegas Luthfi.

Baca juga:  GPS Bantu Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Tangerang

Dari pemeriksaan delapan saksi, termasuk empat anak polisi akhirnya menetapkan dua anak yang diduga berkonflik dengan hukum.

Rabu pekan lalu, MHA siswa kelas dua SDN 01 Kebondalem, Pemalang meninggal dunia karena diduga dianiaya dua orang kakak kelasnya. Korban meninggal dunia karena luka dalam setelah menjalani perawata selama sepekan di Rumah Sakit.

Baca juga:  Polisi Ungkap dan Sita Ratusan Butir Obat Keras Ilegal di Tangerang

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman