Sosial  

Papa Salam Berangkatkan 80 Warga Indonesia Umrah Gratis

Sebanyak 80 warga Indonesia diberangkatkan umrah gratis oleh pegusaha asal Malaysia, Datuk Seri Salim Bin Abdul Rahman atau akrab disapa Papa Salam. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Sebanyak 80 warga Indonesia diberangkatkan umrah gratis oleh pegusaha asal Malaysia, Datuk Seri Salim Bin Abdul Rahman atau akrab disapa Papa Salam.

Mereka diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu, 30 Agustus 2026.

Salah satunya adalah Hafid Rohman, warga asal Bandung mengaku tak pernah terbayangkan sebelumnya untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci, karena tengah berada dalam masa sulit.

Selain Hafid, lima rekannya yang selama ini mengelola penampungan kucing jalanan mendapat keberuntungan yang sama berkat siaran langsung di media sosial.

Rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Senin, 7 September 2026 mendatang, setelah menunaikan rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.

Pemberangkatan ini merupakan bagian dari aksi sosial Papa Salam yang sepanjang 2026 telah memberangkatkan sekitar 600 warga Indonesia untuk menjalankan ibadah umrah.

Anak angkat Papa Salam di Indonesia, Irayli Al-Qadri mengatakan, aksi sosial tersebut bermula dari kebiasaan Papa Salam melakukan siaran langsung di TikTok sejak awal 2024.

Dari siaran tersebut, Papa Salam kemudian membagikan hadiah umrah kepada warga secara acak. Tidak ada syarat khusus untuk menjadi penerima manfaat.

Baca juga:  Karang Taruna Keluarahan Sukasari Mengadakan Acara Sunatan Masal

“Awalnya murni ingin bersedekah dari satu atau dua orang hingga kini puluhan dan mendekati 1.000 jemaah sejak 2024. Pemilihannya acak, tidak ada kriteria khusus,” ujar Irayli saat di Tangerang.

“Siapa saja yang interaksi saat live atau meninggalkan komentar baik berkesempatan dipanggil,” tambahnya.

Penerima manfaat berasal dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka tercatat berasal dari 23 provinsi, mulai Aceh, Medan, Pekanbaru, Bukittinggi, Bogor, hingga wilayah Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT dan Papua.

Kebaikan Papa Salam juga tidak berhenti pada pemberangkatan umrah. Berbagai aksi sosial lain turut dilakukan, seperti pembangunan masjid, bedah rumah lansia sebatang kara, serta pemberian tunjangan bulanan bagi penyandang disabilitas dan anak yatim.

Dari Shelter Kucing ke Tanah Suci

Bagi Hafid Rohman, keberangkatan ke Tanah Suci menjadi pengalaman yang tak akan pernah dilupakan.

Pengelola Taman Kucing Abah Juna, Bandung, itu sebelumnya tengah menghadapi persoalan setelah dirinya dan tim diusir dari lahan sewa yang digunakan untuk menampung kucing-kucing jalanan.

Baca juga:  Perketat Pengawasan, Imigrasi Soetta Gagalkan 23 WNI Calon Haji Ilegal

Di tengah kondisi sulit tersebut, Papa Salam hadir dalam siaran langsung Hafid di media sosial.

Tak disangka, dari interaksi di dunia maya itu justru datang sebuah kabar yang mengubah perjalanan hidup Hafid dan lima rekannya.

Papa Salam menawarkan hadiah umrah gratis untuk seluruh pengelola shelter.

“Kami enam orang pengurus penampungan kucing dibiayai umrah semuanya oleh Papa Salam. Kebaikannya membangkitkan kami dari masa-masa sulit,” ungkap Hafid.

Bahkan, menurut Hafid, kepedulian tersebut membuka jalan baru bagi keberlangsungan shelter yang mereka kelola.

“Kami juga mendapat hibah tanah 1.000 meter persegi dari donatur lain di Bandung untuk shelter baru,” sambungnya.

Hafiz 14 Juz Berbuah Umrah Sekeluarga

Kisah berbeda datang dari keluarga Dedi Muhammad Mansur dan Farida asal Bogor. Kesempatan umrah gratis itu mereka dapat setelah Papa Salam memberikan perhatian kepada putri mereka, Hasna Cahaya (14) yang merupakan penghafal Al-Qur’an dan telah menyelesaikan hafalan sebanyak 14 juz. Menurut Dedi, tidak ada proses rumit untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

“Papa Salam tidak memberikan syarat yang rumit. Beliau hanya bertanya tempat pondok dan jumlah hafalan, lalu terbukti saat ini langsung memberangkatkan kami sekeluarga,” katanya.

Baca juga:  Arief : Ulama Berperan Penting Wujudkan Masyarakat Berakhlakul Karimah

Dedi menilai pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi keluarganya bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat membuka jalan kebaikan yang tidak disangka-sangka.

“Ini bukti juga dekat dengan Al-Qur’an membawa keberkahan dan jalan keluar,” imbuhnya.

Aksi sosial Papa Salam yang bermula dari layar ponsel itu kini telah menjangkau ribuan orang. Dari sebuah siaran langsung di media sosial, lahir kesempatan bagi masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci.

Program tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana media sosial tidak hanya digunakan sebagai ruang hiburan dan interaksi, tetapi juga dapat menjadi pintu untuk menebarkan kebaikan dan mempererat hubungan kemanusiaan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman