Ragam  

6 Negara yang Berganti Nama Beserta Alasannya

Beberapa negara di dunia telah resmi mengganti nama mereka demi alasan politik, identitas budaya, atau penghapusan jejak kolonial. Bingkaikota.com/Bumi Sunyoto/Dok Net.

BINGKAIKOTA.COM – Beberapa negara di dunia telah resmi mengganti nama mereka demi alasan politik, identitas budaya, atau penghapusan jejak kolonial.

Berikut daftar negara yang berganti nama paling menonjol dirangkum Bingikaikota.com dari berbagai sumber:

Siam berganti menjadi Thailand

Thailand dikenal sebagai Siam hingga tahun 1939. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Thailand yang bearti “Tanah Orang Thai”, sebagai simbol identitas.

Holland berganti menjadi Netherlands

Banyak orang menyebut negara ini Holland. Padahal, nama resminya adalah Netherlands. Holland sebenarnya hanya merujuk pada dua perovinsi, yaitu Nether Holland dan South Holland.

Nama Holland sejak zaman kolonial, karena Belanda pernah menjadi negara maritim dan dagang yang sangat berpengaruh di dunia.

Baca juga:  Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara, TNI Gelar Upacara Peringatan Harkitnas ke-118

Ceylon berganti menjadi Sri Langka

Negara ini dulunya bernama Ceylon, nama yang diwariskan oleh masa kolonial Portugis dan Inggris.

Pada tahun 1972, setelah menjadi republik merdeka, namanya resmi diubah menjadi Sri Langka yang bearti “Tanah Suci”.

Meski begitu, nama Ceylon masih digunakan pada bebedapa merek teh terkenal di dunia hingga saat ini.

Burma berganti menjadi Myanmar

Negara ini sebelumnya bernama Burma, warisan dari kolonial Inggris. Pada tahun 1989, pemerintah militer mengubah namanya menjadi Myanmar.

Nama baru itu diambil dari kelompok etnis mayoritas, Bamar. Namun, beberapa negara dan organisasi masih menggunakan nama Burma dalam konteks tertentu, terutama terkait hak asasi manusia dan sejarah.

Baca juga:  Hari Lahir Pancasila, Syamsul: Sejarah dan Relevansinya Bagi Bangsa Indonesia

Rhodesia berganti menjadi Zimbabwe

Negara ini dulunya bernama Rhodesia, nama yang berasal dari tokoh kolonial Inggris, Cecil Rhodes.

Setelah perjuangan panjang melawan kolonialisme, negara ini meraih kemerdekaan pada 18 April 1980.

Nama Rhodesia kemudian resmi diubah menjadi Zimbabwe yang bearti “Rumah Batu”, melambangkan awal baru bagi bangsa dan identitas.

Nusantara berganti menjadi Indonesia

Sebelum merdeka, wilayah kita dikenal dengan berbagai nama seperti Nusantara, Hindia Belanda, hingga Hindia Timur Belanda.

Nama Nusantara sudah digunakan sejak zaman Majapahit dan merujuk pada kepulauan diantara dua benua dan dua samudra.

Setelah Sumpah Pemuda 1928, semangat persatuan semakin kuat dengan tekad menjadikan Indonesia sebagai satu bangsa.

Baca juga:  10 Hewan Tangguh yang Tinggal di Kaki Gunung Berapi Bawah Laut

Secara resmi dunia mulai mengakui nama Indonesia setelah kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Selain pergantian nama resmi antarnegara, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan pembaruan ejaan untuk menyesuaikan penulisan ratusan nama negara asing agar lebih baku sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.

Pewarta: Bumi Sunyoto l Editor: AS04