Kerap Banjir, Jalan Kavling DPR Neroktog Kota Tangerang Dikeluh Warga

Ruas jalan di Kavling DPR, Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, terendam banjir.

Kota Tangerang, bingkaikota.com – Banjir di sejumlah ruas jalan kawasan Kavling DPR, Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, dikeluh warga.

Kondisi banjir dipicu oleh buruknya saluran drainase di kawasan tersebut, juga adanya tumpukan kabel di dalamnya sehingga laju air terhambat.

Akibatnya, jalan tersebut menjadi rusak sehingga para pengendara roda dua maupun roda empat harus berhati-hati karena banyak lubang.

Menurut Ketua RW setempat, Syamsul mengatakan, persoalan banjir yang terjadi di sejumlah jalan Kavling DPR ini sudah berlangsung lama. Yakni, sejak tahun 2015.

Ia menjelaskan, sebelum maraknya proyek galian kabel pada 2013-2014, aliran air pada drainase di wilayah tersebut masih lancar dan tidak terjadi genangan.

“Masalah utamanya kabel PLN di dalam gorong-gorong. Aliran jadi mampet. Di Simpang Empat bahkan terlihat kabel muncul ke permukaan,” ujar Syamsul, Senin (06/04/2026).

Menurutnya, keluhan ini telah berulang kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahun.

Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Tangerang untuk mengatasi persoalan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat wilayah Kavling DPR lainnya, seperti Blok B, justru telah mendapatkan pembangunan drainase dari pemerintah.

“Secara logika, Kavling DPR bukan kawasan pengembang swasta. Jadi tidak seharusnya terhambat aturan penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Warga dan pelaku usaha di sini juga membayar pajak,” tambahnya.

Minimnya respons dari Pemerintah Kota Tangerang membuat warga terpaksa mengambil langkah swadaya untuk penanganan sementara.

Bersama pengurus RT dan pihak pabrik, mereka membangun saluran drainase sederhana di beberapa titik untuk mengurangi dampak banjir.

Syamsul juga mengungkapkan, laporan kepada pihak PLN sejauh ini belum membuahkan hasil.

Penanganan yang dilakukan dinilai hanya sebatas perbaikan teknis terhadap kabel yang menyumbat saluran.

Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang segera turun tangan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama yang vital bagi mobilitas warga dan aktivitas industri.

“Warga sudah capek. Kami sampai membuat jalur cadangan di tengah. Kalau mampet, kami bongkar dan bersihkan sendiri setiap kali hujan,” tutupnya.

Penulis: Aput
Editor: Puji Rahman Hakim