DPRD Nilai Deklarasi Anti Tawuran Perkuat Pendidikan Karakter Pelajar

TANGERANG, BINGKAIKOTA.COM – Upaya memperkuat pendidikan karakter sebagai pencegahan tawuran pelajar mendapat dukungan dari legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Yeni Kusumaningrum, mengapresiasi deklarasi anti tawuran yang diikuti sekitar 1.000 pelajar SMP hingga SMK di Lapangan Yonif Mekanis 203/Arya Kemuning, Jatiuwung, Senin (24/11/2025).

Dalam wawancara terpisah, Kamis (27/11/2025), Yeni menilai kegiatan tersebut menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya kasus kekerasan remaja di berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya penguatan moral, karakter, serta identitas pelajar melalui pembinaan berkelanjutan.

“Menyongsong Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang matang secara karakter. Deklarasi anti tawuran dan penguatan profil pelajar Pancasila merupakan upaya yang patut diapresiasi,” ujar Yeni, legislator Fraksi PKS.

Yeni menegaskan bahwa pembentukan karakter pelajar harus berjalan seiring antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga, memegang peran besar dalam membentuk ketahanan karakter remaja.

“Ketahanan keluarga adalah kunci untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Dengan keluarga yang kuat, risiko keterlibatan pelajar dalam perilaku menyimpang seperti tawuran dapat ditekan,” katanya.

Ia menyoroti bahwa banyak kasus tawuran bermula dari pergaulan yang tidak sehat dan interaksi di media sosial. Pengawasan orang tua terhadap pola pertemanan anak menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kesepakatan tawuran.

Selain penguatan keluarga, Yeni mendorong pemerintah daerah menyediakan lebih banyak ruang kreatif bagi remaja. Menurutnya, wadah kegiatan seni, olahraga, teknologi, dan ekonomi kreatif dapat menjadi kanal positif untuk menyalurkan energi pelajar.

“Program seperti ini tidak boleh berhenti. Kami di DPRD siap mendukung melalui kebijakan dan penguatan anggaran agar pelajar memiliki sarana untuk berkarya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, membuka kegiatan deklarasi dengan menegaskan bahwa keberanian pelajar tidak diukur dari kemampuan bertarung, melainkan dari prestasi serta kontribusi bagi lingkungan dan bangsa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Ruta Ireng Wicaksono, menyampaikan bahwa kegiatan dua hari itu merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menempatkan pembentukan karakter dan kesadaran hukum sebagai prioritas. Pelajar menerima materi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, anti kekerasan dan perundungan, bahaya narkoba, serta edukasi hukum dari berbagai instansi.

Kegiatan ditutup dengan penyematan ban lengan simbolis serta penyampaian materi karakter oleh Arief R. Wismansyah, Wali Kota Tangerang periode 2013–2023, yang menekankan pentingnya karakter sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.(prh)