Ragam  

Perkuat Persaudaraan, BPPKB Banten DPAC Karang Tengah Gelar Pengajian Bulanan

BPPKB Banten DPAC Karang Tengah, Kota Tangerang, menggelar Pengajian bulanan guna memperkuat persaudaraan, menjaga soliditas internal, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten DPAC Karang Tengah, Kota Tangerang, menggelar Pengajian bulanan guna memperkuat persaudaraan, menjaga soliditas internal, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

Berlangsung di wilayah Pondok Bahar, Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan jajaran pengurus BPPKB Banten mulai tingkatan DPC DPAC, serta DPRT Kota Tangerang maupun jajaran daripada BPPKB Banten Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang DPAC Sepatan.

Ketua BPPKB Banten DPC Kota Tangerang, Zainal Febriyanto mengatakan, pentingnya menjaga hubungan silaturahmi agar fondasi organisasi tetap kokoh, solid, dan tidak mudah digoyahkan oleh perbedaan maupun provokasi dari pihak mana pun.

Baca juga:  Sachrudin Sebut Progran 3G Selaras dengan Spirit Perwujudan Kota Tangguh usai Rakernas APEKSI

Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata diukur dari jumlah anggota atau besarnya struktur kepengurusan, melainkan dari kemampuan seluruh jajaran menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memegang teguh komitmen bersama.

“Silaturahmi harus terus dijaga dengan baik. Kita ingin fondasi organisasi tetap kokoh, berdiri tegak, dan tidak mudah terpengaruh ataupun terprovokasi oleh pihak mana pun. Soliditas harus dibangun melalui komunikasi yang baik, kedewasaan dalam bersikap, serta kesadaran untuk menjaga persaudaraan,” ujar Zainal, Jumat, 16 Oktober 2026 malam.

Pengajian bulanan ini tidak hanya melibatkan jajaran internal BPPKB Banten. Sejumlah perwakilan tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan dan Yayasan Garuda Betawi Raya Kota Tangerang turut hadir, mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang selaras antara organisasi kemasyarakatan dan lingkungan tempat organisasi tersebut tumbuh.

Baca juga:  Kemarau Landa Kota Tangerang, PMI Distribusikan Air Bersih di Kunciran Jaya

“Keterlibatan unsur masyarakat menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan warga. Organisasi dituntut mampu menjaga ketertiban, menghormati norma yang berlaku, serta berkontribusi nyata bagi kepentingan masyarakat luas,” ungkap Zainal.

Dalam konteks tersebut, kegiatan keagamaan tidak seharusnya berhenti pada seremoni atau rutinitas semata. Nilai-nilai yang diperoleh perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menjaga etika, mengedepankan musyawarah, menghindari konflik yang tidak perlu, dan membangun kepedulian sosial.

Baca juga:  13 Atlit Gyimnstic Kota Tangerang Diberangkatkan ke POPDA Banten 2026

“Sebab, soliditas yang sesungguhnya bukan berarti menutup diri dari kritik, melainkan kemampuan menyikapi perbedaan secara dewasa tanpa kehilangan arah dan prinsip organisasi,” tandas Zainal.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman