Daerah  

Kunspek Komisi VIII DPR RI, Pemkot Tangerang Dorong Dinas Damkar Segera Terwujud

Ancaman bencana tidak datang dengan waktu yang bisa diprediksi. Karena itu, kesiapan bukan hanya soal peralatan dan personel, tetapi juga membutuhkan kelembagaan yang kuat. Bingkaikota.com/Sugianto Wijaya.

BINGKAIKOTA.COM – Ancaman bencana tidak datang dengan waktu yang bisa diprediksi. Karena itu, kesiapan bukan hanya soal peralatan dan personel, tetapi juga membutuhkan kelembagaan yang kuat.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono saat menyambut Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VIII DPR RI di Kantor BPBD Kota Tangerang, Jumat, Jumat, 11 September 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI sekaligus momentum memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk dampak sebaran abu vulkanik aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dalam diskusi, Maryono mendorong agar penguatan kelembagaan penanganan kebakaran yang telah diusulkan Pemkot Tangerang kepada Pemerintah Pusat segera terwujud melalui pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran yang berdiri mandiri.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk sekitar 1,9 juta jiwa, Kota Tangerang membutuhkan kelembagaan Damkar yang lebih kuat agar penanganan kebakaran dan kedaruratan dapat dilakukan secara lebih fokus dan optimal.

Baca juga:  Edisi HUT RI! DKP Kota Tangerang Siap Gelar Gerakan Pangan Murah, Berikut Jadwal dan Lokasinya

“Saat ini BPBD dan Pemadam Kebakaran masih menjadi satu. Sementara, sesuai kategori yang ditetapkan Kemendagri, dengan jumlah penduduk Kota Tangerang sekitar 1,9 juta jiwa, dibutuhkan kelembagaan pemadam kebakaran yang mandiri. Kami berharap usulan SOTK Dinas Pemadam Kebakaran dapat terwujud pada 2027,” ujar Maryono.

Di hadapan Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI, Wahidin Halim, Maryono, juga memaparkan respons cepat Pemkot Tangerang dalam mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Koordinasi lintas sektor dilakukan sejak dini, disertai berbagai langkah perlindungan bagi masyarakat.

“Pemkot bersama seluruh unsur terkait terus bergerak cepat dan mengambil langkah antisipatif, mulai dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi murid, pembagian masker secara masif, pemantauan kualitas udara, hingga penguatan Layanan Darurat 112 melalui aplikasi Tangerang LIVE. Semua ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi,” jelas Maryono.

Baca juga:  DLH Kota Tangerang Akan Selidiki Dugaan Pencemaran Lingkungan di Bojong Jaya

Dalam kunjungan yang turut dihadiri perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Maryono, juga mengapresiasi bantuan perlengkapan yang diberikan kepada BPBD Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada BNPB atas bantuan perlengkapan yang diberikan. Dukungan ini semakin memperkuat kesiapan dan pelayanan kedaruratan bagi masyarakat Kota Tangerang,” lanjutnya.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI, Mahdalena mengapresiasi kesiapan BPBD dan Pemadam Kebakaran Kota Tangerang dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan.

“Alhamdulillah, hasil kunjungan memperlihatkan bahwa BPBD dan Pemadam Kebakaran Kota Tangerang memiliki keseriusan dan kesiapan yang baik dalam menghadapi situasi darurat, termasuk berbagai ancaman bencana. Komisi VIII siap mendukung aspirasi dan kebutuhan agar pelayanan ke depan semakin baik,” tutur Mahdalena.

Baca juga:  50 Putra-Putri Terbaik Kota Tangerang Dilanti Jadi Paskibraka

Mahdalena, juga mendorong Pemkot Tangerang terus memperkuat kesiapan menghadapi kemarau panjang dan ancaman kekeringan yang berpotensi berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Di tengah kemarau panjang dan ancaman kekeringan saat ini, kami berharap Pemkot Tangerang terus memperkuat langkah antisipasi agar masyarakat tetap terlindungi dan kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Pewarta: Sugianto Wijaya l Editor: AS04