BINGKAIKOTA.COM – Pabrik pengolahan minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di Karawaci, Kota Tangerang, Banten, diduga cemari lingkungan warga dengan debu dari asap pembakaran batu bara.
Debu hitam yang terbawa oleh asap sisa pembakaran tersebut, disebut warga telah lebih dari satu tahun menghujani permukiman padat penduduk di wilayah RT 01 RW 04 Kelurahan Bojong Jaya.
Akibatnya, warga yang tinggal di sekitar pabrik tersebut harus setiap hari membersikan debu berwarna hitam yang memempel di lantai rumahnya, juga dikhawatirkan menganggu kesehatan.
Ketua RT 01 Bojong Jaya, Didih Suruayadi mengatakan, kejadian tersebut sudah lama sejak tahun lalu, dan telah dilakukan komunikasi kepada pihak pabrik. Namun, belum juga ada penyelesaian.
“Mereka [pihak pabrik, red] selalu datang jika ada keluhan. Namun, hanya akan diperbaiki, tapi kita [warga, red] tidak mau akan, harus segera diperbaiki,” ujar Ketua RT yang akrab disapa Uca, Kamis, 4 Mei 2026.
Uca menambahkan, setiap dikeluhkan warga pabrik tersebut mengganti bahan bakarnya dengan gas. Namun, menggunakan batu bara kembali jika harga gas itu sedang tinggi atau mahal.
“Berganti-ganti, kalau dikeluhkan warga ganti pakai gas. Tapi kalau gas mahal balik lagi pakai batu bara, begitu terus menerus,” jelasnya.
Saat ini, kata Uca, sedang dilakukan penyusunan surat untuk dikirimkan kesejumlah dinas terkait di Kota Tangerang untuk menyikapi persoalan tersebut.
“Kita inginnya ditutup, tapi saat ini kita sedang mengusun surat untuk dikirimkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, agar dapat disikapi keluhan warga tersebut,” tandasnya.
Sementara, hingga berita ini ditayangkan Bingkaikota.com akan berupaya mengkonfirmasi pihak pabrik dan dinas terkait soal dugaan pencemaran lingkungan tersebut.
Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman


