Remaja di Kota Tangerang Coba Akhiri Hidup, Diduga Akibat Terjerat Pinjol

Seorang remaja di Kota Tangerang, Banten, berinisial SD (23) mencoba mengakhiri hidup dengan cara menceburkan diri ke aliran Sungai Cisadane, diduga akibat terlilit utang pinjaman online. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Seorang remaja di Kota Tangerang, Banten, berinisial SD (23) mencoba mengakhiri hidup dengan cara menceburkan diri ke aliran Sungai Cisadane, diduga akibat terlilit utang pinjaman online (pinjol).

Peristiwa itu sempat membuat keluarga korban panik hingga melapor ke pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang untuk melakukan pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban disebut sempat berpura-pura muntah di atas jembatan. Tak lama kemudian, korban diduga menceburkan diri ke sungai dengan kondisi arus air cukup deras.

Komandan Regu 3 BPBD Damkar UPT Cibodas, Anton mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 00.15 WIB dan langsung bergerak melakukan pencarian.

Baca juga:  Personel Kodim 0506 Tangerang Bersama Masyarakat Bersihkan Sampah

“Korban diduga sedang banyak permasalahan. Informasinya ada utang pinjol, gadai motor, utang sana-sini, sampai sempat terjadi keributan dengan keluarga,” ujar Anton, Rabu, 27 Mei 2026.

Namun di tengah proses pencarian, keluarga korban mendapat kabar dari kekasih korban yang menyebut SD masih dalam keadaan selamat.

“Iya, tadi kami dapat informasi dari ibu korban setelah berkomunikasi dengan pacar korban. Informasinya anaknya selamat, cuma memang sedang ada masalah keluarga dan belum mau bertemu orang tuanya,” ungkap Anton.

Baca juga:  FKPPI 2705 Kota Tangerang Gelar “Bazar Murah

Ia menjelaskan, informasi tersebut diterima sekitar pukul 15.30 WIB. Meski begitu, pihak BPBD masih berupaya memastikan keberadaan korban lantaran hingga kini kontak kekasih korban belum dapat dihubungi kembali.

“Pacarnya menyampaikan kalau korban selamat. Mungkin karena arus air cukup deras, korban terbawa ke pinggir dan bisa menyelamatkan diri. Mudah-mudahan memang benar begitu,” kata Anton.

Selain persoalan pinjaman online, korban juga disebut menghadapi berbagai tekanan pribadi lainnya. Bahkan, sempat terjadi perselisihan dengan keluarga sebelum kejadian berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga korban belum bersedia memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

Baca juga:  Beli Gas 3 Kg Pakai KTP di Pangkalan, Warga Akui Ribet

Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena terjadi di malam takbiran, momen yang biasanya dipenuhi suasana suka cita menyambut Hari Raya Iduladha.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman