Ragam  

Jadikan Teladan Rasulullah Sebagai Pedoman Hidup, Ponpes Miftahul Huda Annidzom Gelar Maulid Nabi 1448 H

Pondok Pesantren Miftahul Huda Annidzom, Kota Tangerang, Banten, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah-2026 Masehi. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Annidzom, Kota Tangerang, Banten, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah-2026 Masehi, Senin malam, 24 Agustus 2026.

Ketua penyelenggara Maulid Nabi, Nanang Kosim mengatakan, perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW merupakan sumber keteladanan yang tidak lekang oleh perubahan zaman.

Menurutnya, sejarah perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan risalah Islam mengajarkan pentingnya keteguhan prinsip, kesabaran, kejujuran, persaudaraan serta kepedulian terhadap sesama.

“Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan Baginda Nabi Muhammad SAW, perjuangan beliau dalam menyampaikan risalah Islam, serta akhlak mulia yang harus menjadi teladan bagi umat,” ujar Kosim.

Ia menilai generasi muda perlu mendapatkan pemahaman keagamaan yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mampu diterjemahkan ke dalam sikap dan tindakan.

Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah kehidupan Rasulullah dapat menjadi fondasi pembentukan karakter generasi yang berintegritas.

Sementara, dalam tausiyahnya, Habib Syafiq bin Ali Ridho bin Syech Abu Bakar bin Salim menjelaskan, perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW sekaligus mengajak umat untuk memahami makna kecintaan kepada Rasulullah secara lebih substantif.

Baca juga:  IKAL SMANIC Tangerang akan Gelar Reuni Akbar Lintas Generasi November 2026

Kecintaan kepada Nabi, menurutnya, tidak cukup diekspresikan melalui ucapan maupun peringatan seremonial. Kecintaan tersebut harus tercermin dalam perilaku, akhlak dan cara umat menjalani kehidupan sehari-hari.

“Keteladanan Rasulullah SAW menjadi fondasi moral dalam membangun kehidupan yang berlandaskan keimanan, ketakwaan, kesabaran, persaudaraan dan kepedulian sosial,” ujar Habib Syafiq.

Pesan ini menjadi semakin relevan di tengah kompleksitas kehidupan masyarakat modern yang menghadirkan berbagai tantangan moral, sosial dan budaya.

Oleh karena itu, keteladanan Rasulullah dipandang penting sebagai rujukan etis dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis dan berkeadaban.

Peringatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Nilai-nilai yang dikedepankan meliputi menjalankan sunah dan risalah Rasulullah SAW, memperluas syi’ar serta ajaran Islam, menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak usia dini, serta menjadikan akhlak Nabi sebagai pedoman dalam kehidupan,” ungkap Habib Syafiq.

Dengan pendekatan tersebut, Maulid Nabi tidak hanya dipahami sebagai momentum mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan spiritual dan pembentukan karakter umat.

Baca juga:  Mitos atau Fakta: Kucing Memiliki 9 Nyawa?

Di lokasi yang sama, Ketua rombongan Jema’ah Majelis Taklim Miftahul Ilmi Pinggir Rawa Nerogtog, Nurdin mengungkapkan, bahwa kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengikuti rangkaian acara keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Menurutnya, semaraknya peringatan Maulid Nabi di Ponpes Miftahul Huda Annidzom terlihat dari banyaknya jamaah yang hadir. Tidak hanya masyarakat sekitar, kegiatan tersebut juga diikuti puluhan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai wilayah.

“Acara ini dihadiri oleh puluhan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai daerah. Kami datang bersama jamaah Miftahul Ilmi untuk bersilaturahmi sekaligus mengikuti majelis dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujar Nurdin.

Lebih lanjut ia mengatakan, Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar mengenang sebuah peristiwa sejarah, melainkan bagaimana risalah dan akhlak Rasulullah mampu terus diaktualisasikan dalam kehidupan kontemporer.

“Mencintai Rasulullah bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, tetapi dengan mengikuti akhlak, sunah dan risalahnya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Annidzom, KH. Aminuddin Qhutbi menegaskan, bahwa peringatan Maulid Nabi idealnya menghasilkan penguatan spiritual sekaligus perubahan perilaku dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga:  10 Hewan Tangguh yang Tinggal di Kaki Gunung Berapi Bawah Laut

“Kami berharap di Maulid Nabi 2026 ini dapat menyatukan ukhuwah Islamiyah yang dibalut dengan keimanan dan ketakwaan serta meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata KH. Aminuddin.

Ia juga  berharap peringatan Maulid tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi momentum untuk memperkokoh komitmen umat terhadap ajaran Islam dan menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW kepada seluruh umat Muslim.

“Semoga peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dapat dijadikan pegangan yang teguh terhadap agama yang agung dan sosok Nabi yang mulia, agar kehidupan kita senantiasa mendapatkan tuntunan dan terhindar dari fitnah-fitnah akhir zaman,” pungkasnya.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman