Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Berdar di Medsos, PVMBG: Itu Hoax dan Editan AI

Sebuah video baru-baru ini beredar luas di berbagai platform media sosial yang memperlihatkan letusan Gunung Anak Krakatau. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Sebuah video baru-baru ini beredar luas di berbagai platform media sosial yang memperlihatkan letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, Lampung, disertai semburan api merah besar pada malam hari.

Video berdurasi 16 detik itu juga memperlihatkan pemandangan dari atas kapal dengan sejumlah penumpang tampak mengarahkan ponsel ke langit malam yang dipenuhi kepulan asap, pijaran api kemerahan, dan kilatan cahaya di sekitar kawah.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa video tersebut hoaks. Bahkan, PVMBG mengungkapkan gunung yang di video bukanlah bentuk Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, PVMBG menjelaskan bahwa video letusan Gunung Anak Krakatau tersebut merupakan hasil dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence atau AI. Hal ini terlihat dari layar HP yang ada di dalam video pun tidak merekam kejadian letusan.

Baca juga:  PUPR Kota Tangerang Diduga Mengeluarkan Anggaran TA 2023 Untuk Membayar Kegiatan Fiktif Rp40miliar

“Jika diperhatikan, bentuk gunung bukanlah bentuk gunung Anak Krakatau, dalam layar HP diatas kapal pun tidak terlihat merekam adanya Letusan, sehingga besar kemungkinan video ini adalah penyalahgunaan AI,” tegas PVMBG dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Sementara, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI memastikan, kondisi keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Selat Sunda hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif.

Kepastian tersebut disampaikan berdasarkan hasil patroli dan pemantauan yang dilakukan Bakamla RI melalui unsur KN Tanjung Datu-301 di kawasan perairan strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Baca juga:  Edi Bonetski : Perbasi Cup Bukan Hanya Olahraga Tapi Kultur

Bakamla juga memberikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seolah-olah terjadi letusan besar Gunung Anak Krakatau pada malam hari.

“Setelah dilakukan penelusuran, video tersebut dipastikan bukan dokumentasi kejadian sebenarnya, melainkan hasil manipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence [AI] atau kecerdasan buatan,” kata Bakamla.

Masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi.

Bakamla mengingatkan bahwa penyebaran informasi palsu atau hoaks berpotensi menimbulkan kepanikan, terutama bagi masyarakat pesisir, pelaku pelayaran, nelayan, hingga wisatawan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda.

Meski video yang beredar dipastikan tidak benar, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau memang mengalami peningkatan.

Baca juga:  Warga Panik Mengungsi, Banjir Kian Tinggi Melanda Pondok Arum Tangerang

Status Gunung Anak Krakatau saat ini telah dinaikkan menjadi Siaga atau Level III setelah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan dan erupsi dalam beberapa waktu terakhir.

Sejalan dengan peningkatan status tersebut, masyarakat, wisatawan, dan nelayan diimbau untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman