BINGKAIKOTA.COM – Mengenal suku di pulau jawa adalah perjalanan menyisir sejarah salah satu pusat peradaban paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Sebagai pulau terpadat, Jawa menjadi rumah bagi etnis yang memadukan keanggunan keraton dengan ketangguhan agraris.
Identitas masyarakatnya terbentuk dari harmoni kepercayaan lokal seperti Kejawen dan Sunda Wiwitan dengan agama besar dunia.
Perpaduan ini melahirkan tata krama yang sangat halus dan arsitektur yang sarat akan makna simbolis.
Berikut sejumlah suku di Indonesia yang masih bertahan yang dirangkum Bingkaikota.com dari berbagai sumber:
• Suku Jawa: Suku terbesar di Jawa Timur yang dikenal dengan budaya, tata krama, dan filosofi hidup yang kuat.
Meski sama-sama Suku Jawa, masyarakat Jawa Timur dikenal memiliki gaya bahasa yang lebih tegas dan blak-blakan dibandingkan Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Warisan Budayanya pun sangat beragam, mulai dari bahasa, tarian, hingga rumah adat.
• Suku Madura: Suku terbesar kedua di Jawa Timur yang berasal dari Pulau Madura. Suku ini dikenal sebagai perantau ulung dan banyak ditemui diberbagai wilayah Indonesia.
Mereka menggunakan bahasa Madura dengan berbagai dialek, serta masih mempertahankan tradisi seperti rokat tasse dan petik laut.
• Suku Osing: Suku asli Banyuwangi yang diyakini merupakan keturunan masyarakat kerajaan Blambangan.
Mereka memilik bahasa Osing yang unik dan berbeda dengan bahasa Jawa pada umumnya.
Hingga kini, budaya Osing masih terjaga kuat, terutama di Desa Kemiren yang dikenal sebagai pusat budaya Osing.
• Suku Bawean: Berasal dari utara Gersik. Suku ini dikenal dengan tradisi merantau yang sudah berlngsung sejak ratusan tahun lalu.
Bahkan, komunitas Bawean dapat ditemukan di berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, hingga Australia.
• Suku Tengger: Mendiami kawasan Pegunungan Tengger, termasuk sekitar Gunung Bromo dan Semeru.
Masyarakat Tengger masih mempertahankan tradisi warisan leluhur dan berbagai upacara adat, seprti Yadnya Kasada.
Mayoritas penduduknya menganut Hindu yang berpadu dengan tradisi peninggalan Majapahit.
• Suku Samin: Tersebar di Bojonegoro, Tuban, hingga Blora. Masyatakat Samin atau Sedulur Sikep dikenal memegang nilai teguh kejujuran, kesederhanaan, dan kesetaraan.
Meski jumlahnya tidak banyak, mereka masih menjaga ajaran leluhur yang diwariskan oleh Samin Surosentiko hingga sekarang.
• Suku Baduy (Banten): Tinggal di Pegunungan Kendeng, Lebak, Banten. Terbagi menjadi Baduy Dalam (sangat tertutup dan menolak teknologi) dan Baduy Luar.
Apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang tradisi, bahasa, atau lokasi spesifik untuk berkunjung ke salah satu suku tersebut.
Pewarta: Sugianto Wijaya l Editor: AS04


