Ragam  

10 Hewan Tangguh yang Tinggal di Kaki Gunung Berapi Bawah Laut

Inilah 10 hewan tangguh yang hidup di bawah kaki gunung berapi bawah laut. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Bayankan hidup di air mendidih yang dapat meluluhkan besi, di dasar samudra ada kehidupan yang menantang maut. Inilah 10 hewan tangguh yang hidup di bawah kaki gunung berapi bawah laut:

1. Cacing Tabung Rasaksa Tanpa Mulut

Riftia pachyptila, yang umum dikenal sebagai cacing tabung raksasa, adalah sebuah hewan invertebrata laut yang berada pada filum Annelida. R. pachyptila menjadi satu-satunya anggota pada genus Riftia. Cacing ini berkerabat dengan cacing tabung yang umum ditemukan di zona pelagik dan zona intertidal.

2. Kepiting Yeti

 

Kepiting Yeti (Kiwa hirsuta) adalah krustasea laut dalam yang ditemukan tahun 2005 di dekat Pulau Paskah, Pasifik Selatan, pada kedalaman 2.200 meter.

Dinamai berdasarkan penampilannya yang berambut pirang lebat (setae) pada capit dan kaki, menyerupai monster Yeti. Mereka hidup di dekat ventilasi hidrotermal dan membudidayakan bakteri pada rambutnya sebagai makanan.

3. Udang Vent

Udang Ventilasi (Rimicaris exoculata), atau vent shrimp, adalah spesies udang laut dalam yang hidup di ekosistem ekstrem dekat ventilasi hidrotermal (hydrothermal vents) di kedalaman lautan. Mereka tidak menggunakan sinar matahari, melainkan bersimbiosis dengan bakteri untuk mengubah senyawa kimia menjadi energi.

4. Ikan Siput

Ikan siput atau siput laut adalah sebuah keluarga ikan laut bersirip kipas. Ikan-ikan ini membentuk famili Liparidae yang diklasifikasikan dalam ordo Scorpaeniformes.

Ikan ini tersebar luas dari Samudra Arktik hingga Samudra Selatan, termasuk lautan di antaranya. Famili ikan ini memiliki lebih dari 30 genus dan sekitar 410 spesies yang telah dideskripsikan, tetapi ada juga banyak spesies yang belum terdeskripsikan.

Spesiesnya dapat ditemukan di kedalaman mulai dari perairan pantai dangkal hingga kedalaman lebih dari 8.300 m, dan spesiesnya juga telah ditemukan di tujuh Palung Samudra.

5. Gurita Dumbo

Gurita Dumbo atau Bahasa latin nya Genus Grimpoteuthis, adalah kelompok gurita yang mencakup 14 spesies individu, yang semuanya sama menggemaskannya. Dinamai demikian karena Dumbo, merupakan Gajah terbang yang menggemaskan dari kartun klasik Disney, memiliki lipatan kecil yang menonjol dari mantelnya yang mirip dengan telinga Dumbo.

Mereka menggunakan lipatan ini seperti kemudi perahu untuk membantu mengarahkan diri mereka di air. Gurita Dumbo adalah bagian dari keluarga yang lebih besar yang disebut Gurita Payung, yang semuanya memiliki selaput kulit di antara lengannya.

6. Siput Sisik Besi

Siput cangkang besi (Chrysomallon squamiferum) adalah gastropoda laut dalam yang unik, memiliki cangkang tiga lapis yang mengandung zat besi sulfida. Ditemukan di lubang hidrotermal Samudra Hindia, makhluk ini menggunakan “baju besi” organik dan logam untuk bertahan hidup dari panas tinggi dan predator.

7. Belut Brotula

Brotula adalah genus ikan laut dalam (famili Brotulidae) yang berbentuk memanjang menyerupai belut dengan ekor runcing dan sirip punggung-dubur yang menyatu, sering disebut cusk-eel. Spesies ini, seperti Brotula barbata, umumnya karnivora, berukuran hingga 50-90 cm, hidup di dasar laut (demersal) hingga kedalaman 300m, dan memiliki janggut (barbels) di sekitar mulut.

8. Anemon Laut Aktinia

Anemon laut (Actiniaria) adalah hewan invertebrata karnivora dari kelas Anthozoa yang berkerabat dengan ubur-ubur dan koral. Meskipun menyerupai bunga, mereka adalah predator yang menggunakan tentakel beracun untuk melumpuhkan mangsa. Hidup menempel di bebatuan laut, anemon dikenal karena simbiosis mutualisme dengan ikan badut.

9. Kepiting Laba-laba Laut

Kepiting Laba-laba laut, juga disebut Pantopoda atau piknogonida, adalah artropoda laut kelas Pycnogonida. Mereka kosmopolitan, ditemukan terutama di Laut Mediterania dan Karibia, serta Samudra Arktik dan Samudra Antarktika.

Ada lebih dari 1300 spesies yang diketahui, mulai dari ukuran 1 milimeter sampai lebih dari 90 cm pada beberapa spesies air yang dalam. Sebagian besar mendekati akhir lebih kecil dari kisaran ini di kedalaman yang relatif dangkal, tetapi mereka dapat tumbuh menjadi cukup besar di perairan Antarktika.

10. Hiu Martil

Hiu martil atau hiu palu adalah sebutan ikan hiu dalam famili Sphyrnidae. Salah satu genusnya yakni Eusphyra, hanya terdiri dari spesies, yakni Esphyra blochii (Cucut ronggeng).

Sembilan spesies hiu martil yang sudah diketahui memiliki panjang antara 2 hingga 6 meter (6,5 hingga 20 kaki), dan semua spesies memiliki proyeksi kepala menyerupai martil gepeng bila dilihat dari salah satu sisi. Mata dan lubang hidung ada di ujung kepala.

Mereka adalah predator agresif yang memakan ikan, ikan pari, cumi-cumi, dan udang-udangan. Mereka ditemukan di perairan hangat sepanjang garis pantai, dan paparan benua.

Alam membuktikan kehidupan tetap ada meski di tempat yang paling extrime sekali pun, mahluk mana menurut kalian yang paling keren.

Pewarta: Ade Saputra
Editor: Lukman