Sosial  

Atasi Dampak Kekeringan di Kunciran Jaya, SAIH Foundation Beri Bantuan Sumur Bor

Sumur bor bantuan aktivis lingkungan Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH) Foundation, kini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga setempat. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Krisis air bersih selama tiga bulan warga Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, akibat kemarau panjang mendapat angin segar.

Meski berada tidak terlalu jauh dari pusat Kota Tangerang, persoalan air bersih menjadi beban warga RT 03 RW 02 Kunciran Jaya, terutama ketika musim kemarau melanda.

Sumur bor bantuan aktivis lingkungan Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH) Foundation, kini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga setempat.

Ketua RT 03 RW 02 Kunciran Jaya, Risin mengatakan, keluhan kekeringan mulai dirasakan warga sekitar tiga bulan lalu. Persoalan itu awalnya diketahui setelah sejumlah warga kesulitan mendapatkan air dari sumur pompa.

“Warga RT 02 Kunciran Jaya mulai mengeluhkan kekeringan sejak tiga bulan lalu,” ujar Risin, Mimggu, 11 Oktober 2026.

Menurut Risin, kondisi kekeringan semakin terlihat ketika salah seorang warga mencoba menggali sumur pompa hingga tiga kali, namun tidak membuahkan hasil.

Baca juga:  Fakta di Balik Geger Fortuner di Kota Tangerang Diamuk Warga

“Warga sempat menduga mesin pompa air mengalami kerusakan. Dari situ saya coba cari kabar lewat grup WA warga siapa aja warga yang kekeringan,” ungkapnya.

Dari penelusuran tersebut, diketahui sejumlah wilayah ikut terdampak, yakni RT 02 dan RT 03 di RW 02 serta RT 04 dan RT 05 di RW 03 Kunciran Jaya.

Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, kekeringan mulai meluas ke wilayah Cipete yang berbatasan dengan Kunciran Jaya.

“Nah sekarang melebar ke Cipete gang Katuk perbatasan dengan Kunciran Jaya, kemaren RTnya minta bantuan ke Kita untuk bantuan kiriman air bersih, bahkan gang bebek Cipete juga sudah mulai terdampak kekeringan,” ucap Risin.

Sementara, Founder SAIH Foundation, Pahrul Roji mengatakan, pembuatan sumber air bersih baru sebagai upaya mengatasi krisis yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Baca juga:  Forwat Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban ke Warga Tangerang

“Setelah Kita Komunikasi dengan warga dan Ketua RT Kita bantu buat sumber air bersih baru, ini sebagai solusi,” ujar pria yang akrab disapa Arul.

Meski ada upaya menghadirkan sumber air baru, Arul menilai krisis air bersih akibat kemarau panjang tersebut seharusnya dapat diantisipasi lebih awal.

Ia menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kekeringan, terutama di kawasan permukiman yang bergantung pada sumur.

“Dampak El Nino kan sudah bisa diprediksi, dengan adanya gejala ini kenapa tidak segera diantisipasi, warga sampai kebingungan mencari toren untuk penampungan air, setelah toren dapet mereka kebingungan mendapat sumber air,” ungkap Arul.

Ia berharap, langkah penyediaan sumber air bersih dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Baca juga:  Perkuat Sinergitas Antara Pemerintah dan Dunia Usaha, Pj Bupati Tangerang Kunjungi PT. Victory Chingluh Dan PT. Adis

“Semoga langkah cepat dan aksi nyata Pemerintah Kota Tangerang dalam penanganan bencana Kekeringan di masyarakat bisa segera dilakukan,” tandas Arul.

Bagi warga Kunciran Jaya, hadirnya sumber air bersih baru menjadi harapan untuk mengakhiri kesulitan yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Namun, upaya penanganan berkelanjutan tetap dibutuhkan agar masyarakat tidak kembali menghadapi persoalan serupa ketika musim kemarau datang.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman