BINGKAIKOTA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pinang, Kota Tangerang menggelar rapat kerja tahun 2026 sebagai langkah untuk menyusun program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Berlangsung di Hotel Delamar Palasari Indah, Puncak, Bogor, Jawa Barat pada 11-12 Juli 2026, rapat kerja tersebut dihadiri unsur Pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh komisi.
Ketua Panitia Rapat Kerja MUI Kecamatan Pinang, Saiful Basri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
“Alhamdulillah, Rapat Kerja MUI Kecamatan Pinang Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan seluruh pengurus, panitia, Pemerintah Kecamatan Pinang, MUI Kota Tangerang, serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi,” ujar Saiful, Minggu, 12 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Pinang, KH. Ahmad Sonhaji menegaskan, bahwa kepengurusan MUI Kecamatan Pinang dihuni oleh berbagai latar belakang profesi yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
“Alhamdulillah, semua pengurus hadir dengan berbagai latar belakang profesi. Ada pakar IT, pakar pendidikan, pendakwah, pakar hukum dan advokasi, pecinta seni budaya, serta berbagai profesi lainnya,” ujar Sonhaji.
“Semuanya kami rangkul dalam satu wadah dan ditempatkan pada komisi-komisi sesuai bidangnya agar dapat berdedikasi melayani umat, khususnya masyarakat Kecamatan Pinang,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas semangat kebersamaan seluruh pengurus dalam membangun organisasi.
“Saya bersyukur dan berbangga hati kepada seluruh pengurus yang mau terlibat aktif. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga MUI Kecamatan Pinang terus berkembang menjadi organisasi yang memberikan manfaat bagi umat,” ungkap Sonhaji.
Menurutnya, MUI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen umat Islam untuk memberikan kontribusi terbaik.
“MUI adalah wadah bersama, rumah bersama. Sumbang saran, ide, dan gagasan dari seluruh pengurus sangat dibutuhkan untuk melayani umat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Semua ide itu akan kita tuangkan dalam bentuk program kerja yang nyata,” tegas Sonhaji.
Pemerintah Kecamatan Pinang yang diwakili Kepala Seksi Kemasyarakatan (Kasi Kemas) Uki menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Kerja MUI Kecamatan Pinang.
“Kami mengapresiasi pengurus MUI Kecamatan Pinang yang telah menyelenggarakan rapat kerja ini. Semoga sinergi dengan Pemerintah Kecamatan Pinang terus terjalin dengan baik dan mampu melahirkan program-program yang bermanfaat bagi umat serta masyarakat,” ujar Uki.
Di lokasi yang sama, Ketua MUI Kota Tangerang yang diwakili Sekretaris II KH. Ahmad Muzaini Aziz mengaku optimistis terhadap perkembangan MUI Kecamatan Pinang melihat kekompakan seluruh pengurus.
“Hari ini seluruh pengurus berkumpul menggelar rapat kerja secara gotong royong. Saya bersyukur dan optimistis MUI Kecamatan Pinang insyaallah akan semakin baik dengan soliditas, semangat, dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pengurus,” tegas Muzaini.
Ia menegaskan bahwa MUI tingkat kecamatan merupakan ujung tombak organisasi karena berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.
“MUI Kecamatan adalah garda terdepan dari bangunan besar MUI. Di tingkat kecamatan inilah kita bersentuhan langsung dengan problematika masyarakat dan persoalan keumatan. Karena itu, peran MUI Kecamatan Pinang sangat penting,” ungkap Muzaini.
Dirinya juga berpesan agar hasil rapat kerja mampu menghasilkan program yang realistis dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program kerja harus paralel dengan MUI Kota Tangerang, memiliki target realisasi yang jelas, disesuaikan dengan anggaran dan sumber daya manusia yang ada, serta manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat,” kata Muzaini.
Ia juga mengingatkan agar para pengurus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Sebagai pelayan umat, kita harus memiliki sensitivitas terhadap problematika di lingkungan. Kalau persoalan elit, tidak perlu terlalu dipikirkan. Tetapi ketika ada persoalan judi, narkoba, kenakalan remaja, dan masalah sosial lainnya, itulah yang harus menjadi perhatian kita bersama,” tandas Muzaini.
Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman


