BINGKAIKOTA.COM – Pada era 1970-an, rock dan dangdut pernah terlibat dalam persaingan panas yang melampaui urusan selera musik. Saling ejek antarmusisi hingga bentrokan antarpenggemar mewarnai rivalitas dua genre ini, sebelum upaya perdamaian mempertemukan God Bless dan Soneta Group dalam satu panggung pada 1977.
Rock vs Dangdut
Pada era 1970-an rock dan dangdut menjadi dua kekuatan besar dalam musik populer Indonesia. Namun, perbedaan selera berkembang menjadi persaingan yang panas. Rock kerap diasosiasikan dengan musik modern dan kebarat-baratan, sementara dicap kampungan oleh sebagian penggemar rock. Stigma ini membuat persaingan keduanya semakin meruncing.
Perang Sindirian di Publik
Perseteruan ini ikut memanas lewat pernyataan para musisi di media. Gitaris Giant Step, Benny Soebardja pernah melontarkan hinaan terhadap dangdut dalam wawancara dengan majalah Aktuil. Rhoma Irama yang menjadi salah satu tokoh utama dangdut, kemudian membalas dengan kritik terhadap musik rock. Perbedaan selera pun berubah menjadi perang sindiran terbuka.
Perseteruan Naik ke Forum
Pada 1976, majalah Aktuil menggelar diskusi bertajuk Hard Rock vs Dangdut di Gedung Merdeka Bandung. Forum ini dimaksudkan untuk membahas perseteruan kedua genre, tetapi Rhoma Irama tidak hadir secara langsung dan hanya mengirimkan pesan tertulis. Ia menilai anggapan bahwa dangdut adalah musik kampungan dan rock musik orang kota justru diperkeruh oleh ego sejumlah musisi.
Ketika Penonton Mulai Bentrok
Perseteruan tidak berhenti di media. Di sejumlah konser, kelompok penggemar fanatik ikut membawa rivalitas itu ke lapangan. Penampilan Soneta Grup di wilayah basis rock bahkan pernah diwarnai pelemparan batu dan benda-benda lain ke arah panggung. Konser yang seharusnya menjadi ruang menikmati musik berubah menjadi arena yang membahayakan bagi musisi dan penoton.
Situasi yang Makin Panas
Salah satu insiden yang dikenang terjadi ketika Soneta tampil di lapangan Tegalega Bandung. Rhoma Irama dan grupnya menghadapi lemparan batu dari penonton hingga situasi menjadi sulit dikendalikan. Ketegangan lain juga dilaporkan terjadi di daerah lain, termasuk Banyuwangi. Rivalitas yang awalnya ramai lewat hinaan dan stereotip akhirnya berkembang menjadi konflik fisik.
Konser Perdamaian 1977
Perseteruan ini coba diredakan lewat konser silaturahmi pada 31 Desember 1977 di Istora Senayan, Jakarta. Acara ini mempertemukan God Bless dan Soneta Grup dalam satu pamggung, diawali prosesi simbolis perdamaian. Urutan tampil ditentukan melalui undian, dan konser berlangsung tanpa kerusuhan.
Perata: Ade Saputra l Editor: Lukman


