Daerah  

Tingkatkan PAD dan Tak Jadi Beban APBD, PMII Kota Tangerang Dorong Restrukturisasi PT TNG

Guna meningkatkan PAD dan tidak menjadi beban APBD, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tangerang mendorong PT Tangerang Nusantara Global (TNG) melakukan restrukturisasi. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Guna meningkatkan PAD dan tidak menjadi beban APBD, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tangerang mendorong PT Tangerang Nusantara Global (TNG) melakukan restrukturisasi.

Dorongan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Restrukturisasi PT TNG: Mengubah Beban Anggaran Menjadi Sumber Pendapatan” yang digelar di Coffee Terio, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Ketua Cabang PMII Kota Tangerang, Oki Putra Arsilan mengatakan, PT TNG merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) yang menggunakan modal dari APBD.

Karena itu, diperlukan kajian dan strategi yang tepat agar perusahaan tersebut mampu menjalankan tujuan awalnya, yakni meningkatkan PAD Kota Tangerang.

“Perlu dirembuk, dianalisis, dan disiapkan strategi yang sangat tepat untuk membahas PT TNG ke depan agar tidak memboroskan anggaran, apalagi menjadi beban APBD Kota Tangerang,” ujar Oki, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurutnya, diskusi tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, analisis, dan kajian yang diharapkan dapat dipertimbangkan oleh PT TNG dalam menentukan kebijakan dan arah pengembangan usaha ke depan.

Oki juga menyoroti pengelolaan parkir di kawasan pendidikan Cikokol. Ia menyebut PT TNG mengklaim penguasaan parkir di kawasan tersebut, tetapi menurutnya, penataan dan tata kelolanya belum berjalan secara maksimal.

Baca juga:  PMI Kota Tangerang Gelar CKG di Bandara Soetta

“Banyak warga atau mahasiswa yang melaporkan hal seperti itu. Harapannya, ke depan ada sistem yang konstruktif dan terstruktur. Jika kawasan parkir di Cikokol dikelola PT TNG, satu tiket bisa berlaku secara menyeluruh dan kondusif, serta tidak ada lagi pungutan liar,” katanya.

Ia menyarankan PT TNG memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Pemerintahan Kota Tangerang, hingga kepolisian. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun pengelolaan usaha yang tertata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang.

Direktur Utama PT TNG, Muhamad Rijal, menyambut baik diskusi yang digelar PMII tersebut. Ia menilai masukan dari mahasiswa menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki kinerja BUMD agar lebih sehat dan menguntungkan.

“Luar biasa. Waktu saya baru dilantik, saya sampaikan bahwa kegiatan seperti ini memang harus lebih banyak dilakukan oleh BUMD. Apalagi, ini membahas bagaimana mencari solusi agar BUMD menjadi lebih baik, lebih profit, dan sehat,” ujar Rijal.

Ia mengatakan PT TNG melakukan evaluasi terhadap seluruh bidang usaha setiap hari. Evaluasi tersebut diawali dengan pengarahan pada pagi hari dan dilanjutkan dengan evaluasi pada sore hari.

Baca juga:  Warga Tangerang Bekerja di Jepang, Bukti Program Gampang Kerja Berdampak Positif

Menurut Rijal, pengelolaan BUMD tidak hanya berorientasi pada pendapatan, tetapi juga harus memperhatikan dampak sosial bagi masyarakat. Ia memastikan berbagai masukan yang disampaikan dalam diskusi akan dibawa ke rapat evaluasi perusahaan.

Sementara itu, Staf Ahli Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Wali Kota Tangerang, Ahmad Budi Wahyudi, mengatakan diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peran BUMD, khususnya PT TNG.

Ia menegaskan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk mahasiswa dan generasi muda, sebagai bagian dari pendekatan pentahelix.

“Bukan waktunya lagi kita berjalan sendiri. Salah satu unsur pentahelix ini adalah mahasiswa dan juga anak muda,” katanya.

Terkait tindak lanjut diskusi, Ahmad menyebut berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mendorong pengembangan PT TNG. Menurutnya, perusahaan tersebut masih membutuhkan berbagai terobosan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan, ruang usaha PT TNG tidak terbatas pada satu jenis bidang usaha. Sebagai BUMD yang ditugaskan menjadi salah satu sumber PAD, perusahaan tersebut perlu terus mencari peluang usaha yang dapat dikembangkan.

“PT TNG masih sangat muda, masih butuh banyak terobosan dan banyak target yang harus dicapai. Kegiatan seperti ini seharusnya dilakukan secara berkala,” ujarnya.

Baca juga:  Buka Evaluasi Perangkat Daerah, Herman: Penataan Organisasi Harus Tingkatkan Pelayanan dan Pencapaian

Di sisi lain, senior PMII sekaligus anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang, Afdan Nanung, berharap PMII Kota Tangerang semakin berkembang, terutama dalam membangun wacana dan mendorong kemajuan kader.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarkader melalui sikap saling membantu, khususnya antara kader yang telah berhasil dan mereka yang masih berproses.

“Harapan saya sebagai kader PMII, PMII Tangerang bisa lebih maju dalam membangun wacana dan menata karier. Yang sudah sukses membantu yang belum sukses, sehingga bisa saling menolong satu sama lain,” kata Afdan.

Ia menegaskan akan terus mendukung perkembangan organisasi tersebut di mana pun berada.

“Ya, pastilah saya dorong. Di mana pun saya berada, PMII harus tetap kita bangun,” pungkasnya.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman