Niat Hindari Tawuran, 2 Pelajar SMP Kota Tangerang Malah Tewas Tabrak Trotoar

Dua pelajar SMP asal Pinang, Kota Tangerang berinisial A (14) dan W (15) dikabarkan tewas di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Bingkaikota.com/Ade Saputra.

BINGKAIKOTA.COM – Dua pelajar SMP asal Pinang, Kota Tangerang berinisial A (14) dan W (15) dikabarkan tewas di Jalur Sutera Utama, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, tepatnya di depan Sekolah Santa Laurensia.

Peristiwa bermula ketika sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak trotoar saat berpapasan dengan kelompok pelajar bersenjata tajam yang memicu kepanikan pada Jumat, 9 Oktober 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Pinang, Iptu Muhammad Daffa Akhsani Taqwim, menegaskan bahwa kedua korban bukan bagian dari kelompok yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kedua remaja itu sedang dalam perjalanan menuju tempat bermain futsal ketika melihat sekelompok orang yang diduga tengah mencari lawan.

“Korban itu lagi mau berangkat futsal, kemudian melihat ada massa tawuran. Mereka mencoba menghindar agar tidak menjadi sasaran,” ujar Daffa, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Baca juga:  Jaga Tangerang On The Spot, Polsek Pinang Serap Aspirasi dan Edukasi Bahaya Narkoba hingga Tawuran

Saat berusaha menjauh dari kerumunan, kendaraan yang ditumpangi kedua korban diduga menabrak trotoar hingga mereka terpental dan membentur tiang di sekitar lokasi kejadian.

“Pada saat menghindari massa tawuran, korban menabrak trotoar, terpental, kemudian menabrak tiang listrik atau tiang lampu di situ,” jelas Daffa.

Menurutnya, berdasarkan informasi pemeriksaan awal yang diterimanya, tidak ditemukan luka bacok pada tubuh korban. Luka yang dilaporkan berada di bagian kepala dan diduga akibat benturan dengan tiang tersebut.

“Tidak ada luka bacok, yang ada hanya luka di kepala akibat terbentur tiang itu,” ungkap Daffa.

Baca juga:  Pemkot Perluas Akses Permudah Layanan Adminduk Masyarakat

Terkait kelompok yang berada di lokasi, Daffa menyebut informasi awal mengarah pada sekelompok orang yang diduga berkonvoi untuk mencari lawan. Kelompok tersebut juga disebut-sebut membawa senjata tajam.

Namun, informasi mengenai dugaan kepemilikan senjata tajam itu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian yang menangani perkara.

Ia mengatakan, informasi awal yang diterimanya menyebut kelompok tersebut diduga berasal dari SMA Yadika. Meski demikian, ia belum dapat memastikan asal sekolah maupun identitas pihak-pihak yang terlibat karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Serpong, Tangerang Selatan.

“Informasi awal sih dari SMA Yadika, tetapi untuk detailnya kurang kami monitor karena itu ranahnya Tangsel,” kata Daffa.

Baca juga:  Polisi Tangkap Pengedar Ganja Seberat 1 Kilogram di Tangerang

Lebih lanjut, Ia menambahkan penanganan kejadian tersebut telah ditindaklanjuti oleh Polsek Serpong. Sementara itu, waktu pasti insiden belum dapat dipastikan. Berdasarkan informasi awal, peristiwa tersebut diduga terjadi sebelum waktu Magrib.

Kembali menegaskan, bahwa kedua remaja yang meninggal dunia itu bukan bagian dari kelompok yang diduga terlibat tawuran, melainkan diduga mengalami kecelakaan saat berusaha menghindari kerumunan massa.

Pewarta: Ade Saputra l Editor: Lukman