BINGKAIKOTA.COM – DPD Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kota Tangerang terus memperkaya wawasan generasi muda, baik dari sisi nalar kritis maupun spiritualitas.
Salah satunya, KNPI Kota Tangerang menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Wa wajadaka dāllan fa hadā, Menguatkan Nalar Kritis dan Spiritual Pemuda”.
Acara yang dihadiri budayawan sekaligus musisi Sabrang sebagai narasumber utama, Asda II Kota Tangerang Duta Ireng Wicaksono, Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang digelar Gedung KNPI Kota Tangerang, Kamis malam, 9 Juli 2026.
Ketua Pelaksana Dialog Kebangsaan DPD KNPI Kota Tangerang, Baim mengatakan, kegiatan dialog tersebut mampu memperkaya wawasan generasi muda, baik dari sisi nalar kritis maupun spiritualitas.
“Mudah-mudahan pemuda Kota Tangerang bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih baru, baik secara kritis maupun spiritualnya, seperti yang disampaikan oleh Gus Sabrang,” ujar Baim.
Ia berharap tingginya antusiasme peserta menjadi awal lahirnya forum-forum diskusi yang terus berlanjut.
“Kalau antusiasme pemudanya terus ada, mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan ke depannya,” ungkap Baim.
Sementara itu, Sabrang menilai inisiatif KNPI Kota Tangerang merupakan langkah positif untuk membangun kedewasaan berpikir di kalangan pemuda.
“Perkumpulan pemuda yang mau berpikir untuk kebaikan bangsa itu selalu baik. Selalu menjadi inisiatif yang baik agar kita bisa lebih dewasa dalam menghadapi situasi. Tantangan pasti akan terus ada, dan kita harus membangun ‘pabrik’ untuk menghadapinya setiap saat,” kata Sabrang.
Menurut vokalis Letto itu, pemuda harus mampu menjaga kejernihan berpikir agar energi besar yang dimiliki tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan sempit.
“Mereka harus jernih dalam menghadapi situasi. Yang paling saya takutkan adalah energi luar biasa para pemuda dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu, bukan untuk kepentingan bangsa,” ungkap Sabrang.
Ia pun mengingatkan pentingnya membangun budaya berpikir kritis agar mahasiswa dan pemuda tidak mudah ditunggangi.
“Kalau mereka tidak memiliki kebiasaan berpikir kritis, mereka akan mudah ditunggangi. Jangan sampai mahasiswa ditunggangi. Itu saja yang saya inginkan,” tegas Sabrang.
Lebih lanjut, ia berpesan agar generasi muda tidak berhenti belajar dan membiasakan diri memahami suatu persoalan secara utuh sebelum mengambil sikap.
“Learn more, belajar lebih banyak. Keputusan perilaku itu merupakan hasil dari pemahaman situasi, bukan dari dengar-dengar saja. Jadi, anak zaman sekarang kalau bodoh itu pilihan. Karena informasi ada di mana-mana. Oleh karena itu, kebiasaan berpikir itu penting untuk menghadapi situasi sekarang maupun masa depan. Ayo, biasakan berpikir kritis dan berdaulat,” tandas Sabrang.
Pewarta: Sugianto Wijaya l Editor: AS04


