Bingkaikota.com – Tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Unit Reskrim Polsek Pinang berhasil meringkus pelaku pencurian rumah kosong (rumsong) yang menggasak perhiasan senilai 100 juta rupiah.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada 22 Maret 2026 di Cluster Graha Rahmania, Jalan Masjid As Sobirin, Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.
Seorang pelaku berinisial BP tiga puluh tahun ditangkap saat bersembunyi di wilayah Ciracas, Jakarta Timur, Rabu 9 Maret 2026 dini hari.
“Pelaku berhasil kami amankan setelah tim mendapatkan informasi keberadaannya di wilayah Jakarta Timur. Saat dilakukan penangkapan, pelaku mengakui perbuatannya melakukan pencurian dengan cara merusak tralis jendela rumah korban,” ujar Kapolsek Pinang, Resor Metro Tangerang Kota, Iptu Adityo Wijanarko, Kamis (09/04/2026).
Ia menjelaskan, aksi pencurian terjadi saat rumah korban dalam keadaan kosong karena pemiliknya keluar sebentar untuk membeli bubur.
Pelaku memanfaatkan situasi tersebut dengan membobol jendela rumah untuk masuk dan mengambil sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan yang ditaksir bernilai sekitar Rp100 juta.
Saat korban kembali, pelaku sempat kepergok berada di garasi sambil membawa tas milik anak korban. Keduanya sempat terlibat adu mulut sebelum pelaku akhirnya melarikan diri menggunakan sepeda motor.
“Modus pelaku menyasar rumah yang sedang kosong, kemudian merusak akses masuk seperti jendela untuk mengambil barang berharga. Ini menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan patroli serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada,” ungkapnya.
Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat yang digunakan untuk membobol rumah seperti obeng, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta sepeda motor yang dipakai saat melarikan diri.
Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Pinang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut dan dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan maupun lokasi kejadian lainnya.
Pewarta: Ade Saputra
Editor: Puji Rahman Hakim




