Bingkaikota.com – Warga Kampung Parung Kored RW 02 RT 01, Kelurahan Parung Jaya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, mengeluhkan belum terealisasinya pembangunan drainase yang sebelumnya dijanjikan oleh anggota DPRD Kota Tangerang, Jamaluddin.
Keluhan ini muncul seiring meningkatnya intensitas genangan yang kini melanda kawasan permukiman warga setiap kali hujan turun. Padahal, menurut warga, kondisi tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya selama puluhan tahun.
Salah satu warga, HS, menyampaikan bahwa Anggota DPRD Kota Tangerang memiliki peran penting dalam proses komunikasi antara warga, pihak perusahaan pengelola lahan, dan pemerintah.
Ia bahkan disebut-sebut hadir sebagai perwakilan perusahaan saat pertemuan resmi di kantor kelurahan.
“Waktu itu PT diwakili oleh Pak Haji Jamal. Katanya akan dibuat drainase untuk mengatasi dampak pengurukan lahan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar HS kemarin.
Permasalahan ini bermula dari aktivitas pengurukan lahan di belakang permukiman warga yang awalnya direncanakan untuk pembangunan lapangan padel.
Namun proyek tersebut tidak berlanjut dan kini terbengkalai, meninggalkan dampak serius terhadap sistem aliran air di lingkungan tersebut.
Akibat pengurukan itu, saluran air warga tertutup dan menyebabkan genangan yang terus berulang. Warga menyebut, sejak tahun 1990 wilayah tersebut tidak pernah mengalami banjir, hingga akhirnya kondisi berubah dalam beberapa waktu terakhir.
Kekecewaan warga semakin memuncak setelah adanya komunikasi terbaru melalui pesan WhatsApp antara Haji Samin dan Jamaluddin.
Dalam pesan tersebut, disebutkan bahwa pengerjaan drainase baru akan dimulai pada Agustus 2026. Warga menilai janji tersebut tidak sebanding dengan kondisi mendesak yang mereka hadapi saat ini.
“Saya WA Pak Haji Jamal minggu kemarin. Ini jawabannya, Agustus katanya baru mau dibuat drainase. Lah kalau sekarang baru bulan empat (April), ke Agustus empat bulan lagi. Lah keburu mati duluan kita! Mana hujannya sekarang kan enggak tentu. Kalau setiap hujan banjir, Agustus baru dibuat, warga sini keburu mati semua,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, Jamaluddin, membantah tudingan bahwa dirinya menutup akses drainase yang menyebabkan banjir di lingkungan warga.
Ia menjelaskan bahwa tidak ada drainase yang ditutup sebagaimana yang dikeluhkan warga Parung Kored.
Menurutnya, justru selama ini aliran air dari permukiman warga diarahkan ke lahannya yang sebelumnya masih kosong.
“Yang ada itu masyarakat membuang aliran drainase ke lahan saya, saya sudah siapin drainasennya, kenapa buang di lahan saya,” kata Jamaluddin saat di konfirmasi melalui sambungan telpon.
Ia juga mengaku, akan menggunakan lahan miliknya itu untuk sarana olahraga namun belum terealisasi.
“Itu lahan saya. Saya mau pake, saya tidak ada niat untuk menghalangi, memang awalnya itu akan dijadikan lapangan padel, tetapi ada kendala,” ungkapnya.
Pewarta: Ade Saputra
Editor: Puji Rahman Hakim



