Isu Jalur Titipan Kepala Sekolah, Wakil Ketua DPRD Minta Pemkot Segera Tindaklanjuti

Kota Tangerang, – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menyampaikan sikap tegas terkait mencuatnya dugaan “jalur khusus titipan” dalam seleksi calon kepala sekolah.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang tidak boleh menunggu isu berkembang liar, tetapi harus segera turun tangan melakukan langkah cepat, terukur, dan terbuka.

Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan proses seleksi berjalan bersih, kredibel, dan bebas dari kepentingan yang dapat mencederai dunia pendidikan.

“Pemkot juga harus memberikan atensi atas isu yang beredar. Tidak hanya dari pihak yang mengetahui dugaan ini, tapi pemerintah pun harus memastikan, mengevaluasi, dan melakukan pengawasan agar proses seleksi berjalan sesuai ketentuan dan akuntabel,” tegas Arief.

Ia menilai bahwa sebuah isu tidak mungkin mencuat tanpa adanya indikasi awal. Karena itu, ia meminta Inspektorat dan perangkat terkait bergerak sebelum rumor berkembang menjadi keresahan publik yang lebih luas.

Menurut Arief, pemerintah perlu melakukan pendalaman secara langsung, bukan hanya menunggu laporan formal.

“Pemerintah kota harus proaktif. Tidak mungkin ada isu tanpa asal muasal. Inspektorat perlu melakukan pendalaman sehingga yang berkembang ini tidak hanya jadi isu, tapi menjadi langkah untuk melakukan penertiban bila ditemukan pelanggaran. Atau setidaknya pencegahan agar hal seperti ini tidak terjadi,” ujarnya dengan nada menekan.

Selain menyoroti kewajiban pemerintah, Arief juga memberi pesan keras kepada pihak yang mengetahui dugaan praktik titipan namun hanya membiarkan isu beredar tanpa kejelasan.

Ia mengatakan bahwa jika ingin proses ini dibenahi, maka harus ada keberanian untuk melapor dan memberikan informasi yang bisa diverifikasi.

Apalagi, Kata Arief, saat ini berbagai kanal pelaporan tersedia dari mekanisme resmi hingga audiensi langsung bersama DPRD yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

Arief menegaskan bahwa isu ini bukan perkara sepele. Menurutnya, integritas proses seleksi calon kepala sekolah menyangkut masa depan pendidikan di Kota Tangerang.

Karena itu, ia menuntut adanya sinergi keberanian dari pihak yang mengetahui dugaan penyimpangan, dan ketegasan dari pemerintah dalam menindaklanjuti.

“Hanya dengan cara itu, proses seleksi dapat dijamin bersih dan mampu memulihkan kepercayaan publik yang mulai tergerus oleh isu tersebut,” Pungkas Arief

Sebelumnya, Rangkaian seleksi calon kepala sekolah di Kota Tangerang telah rampung, namun sejumlah peserta menyampaikan kegelisahan terkait proses yang berlangsung.

Beberapa peserta menilai rangkaian tes dan pemberkasan hanya bersifat formalitas, sementara dugaan adanya jalur khusus dan titipan menjadi sorotan.

Seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku dihubungi oknum yang menawarkan bantuan kelulusan secara terstruktur. Oknum itu menyebut adanya “komitmen dana” yang harus disiapkan agar peluang lolos lebih besar.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dr. Ruta Ireng Wicaksono, membantah adanya titipan. Ia memastikan seluruh rangkaian seleksi telah berjalan sesuai prosedur, mulai dari tes kompetensi berbasis komputer (CBT) di SMPN 6 hingga wawancara yang digelar pada Selasa.

“Tes kompetensi dan wawancara sudah selesai. Sekarang tinggal penetapan dan penempatan,” kata Ruta. Ia menjelaskan bahwa dari 135 peserta yang lolos administrasi, tes CBT mengerucutkan jumlah menjadi 112 orang, yang kemudian menjalani wawancara untuk memilih 56 calon kepala sekolah.

Ruta menambahkan bahwa mekanisme seleksi telah disusun berdasarkan standar kompetensi dan regulasi yang berlaku, sehingga tudingan adanya jalur titipan dianggap tidak berdasar.(red)