SERANG, Bingkaikota,Com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Banten, Amrullah, membantah tudingan adanya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta pungutan liar (pungli) di lingkungan Kanwil Kemenag Banten.
Bantahan itu disampaikan menyusul aksi unjuk rasa Gabungan Mahasiswa Islam (GAMAIS) Wilayah Banten di depan kantor Kanwil Kemenag Banten, Kota Serang, Rabu (28/1/2026).
Amrullah menegaskan, seluruh proses pengusulan dan pengisian jabatan di lingkungan Kanwil Kemenag Banten telah dilakukan sesuai dengan prinsip meritokrasi serta mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menyebutkan, isu dugaan KKN tersebut bukan kali pertama muncul. Namun, menurutnya, tudingan itu kembali diangkat tanpa disertai bukti yang kuat dan jelas.
“Isu ini sebenarnya pernah muncul sebelumnya dan sekarang dinaikkan kembali. Apakah ada pihak lain yang mendukung atau memiliki kepentingan tertentu, kita juga tidak tahu,” ujar Amrullah dalam keterangan tertulis, Rabu malam.
Selama masa kepemimpinannya, Amrullah memastikan tidak ada praktik KKN dalam proses penempatan maupun rotasi jabatan di lingkungan Kanwil Kemenag Banten. Ia menekankan bahwa kewenangan akhir terkait pengangkatan pejabat berada di tangan Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Yang memilih itu pusat, bukan Kakanwil Banten. Kami hanya mengusulkan nama-nama terbaik sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” katanya.
Ia juga menjelaskan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam sistem birokrasi pemerintahan, khususnya bagi pegawai yang telah terlalu lama menduduki satu posisi.
“Jabatan itu memang harus di-rolling. Kalau terlalu lama di satu tempat, perlu penyegaran. Semua posisi sama saja, tidak ada yang lebih ‘enak’. Kalau kita ikhlas bekerja untuk umat, semuanya terasa nikmat,” ucapnya.
Amrullah menambahkan, pegawai yang dimutasi atau tidak lagi menjabat pada posisi tertentu tidak serta-merta dibiarkan tanpa penugasan, kecuali jika terdapat permasalahan serius. Namun, sejauh ini ia menegaskan tidak ada indikasi ke arah tersebut.
Menanggapi isu kedekatan keluarga dalam penempatan jabatan, Amrullah membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak memiliki anggota keluarga yang menduduki jabatan struktural di lingkungan Kanwil Kemenag Banten.
“Tidak mungkin dan tidak benar itu,” tegasnya.
Menurut Amrullah, dirinya bukan sosok baru di Provinsi Banten dan telah meniti karier dari bawah di lingkungan Kementerian Agama. Hal itu membuatnya memahami karakter serta potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada di wilayah tersebut.
“Saya justru mencari orang-orang yang punya kapasitas, pengalaman, dan bisa membawa perubahan. Pendidikan, agama, akhlak, dan moralnya harus baik. Kalau itu lengkap dan komitmennya tinggi, saya sangat bahagia,” katanya.
Ia menilai, Kanwil Kemenag Banten memiliki banyak SDM berkualitas yang perlu diberi ruang dan kesempatan untuk berkembang demi meningkatkan prestasi serta citra Provinsi Banten di tingkat nasional.
Sementara itu, terkait tudingan masalah yang menyeret Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Banten, M Afifi, Amrullah menyatakan persoalan tersebut telah selesai. Ia bahkan mempersilakan wartawan untuk menemui langsung pejabat yang bersangkutan.
“Ini juga tidak benar dan setahu saya sudah selesai. Untuk hal ini, silakan langsung ditanyakan dan ditunggu di kantor oleh Pak Afifi,” pungkasnya.(prh)




