Pembangunan Dapur SPPG di Kota Tangerang Tuai Perhatian Warga

Kota Tangerang, bingkaikota.com – Pemembangunan sebuah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di permukiman padat penduduk di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, menuai perhatian dari warga setempat.

Pasalnya, lokasi pembangunan Dapur SPPG yang menjadi program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai tidak representatif untuk kegiatan kegiatan pendistribusiannya.

Berdasarkan hasil analisis di lapangan, akses menuju lokasi Dapur SPPG tersebut hanya memiliki lebar sekitar dua hingga dua setengah meter.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kendala logistik, terutama saat proses bongkar muat bahan makanan dan distribusi ke penerima manfaat.

Selain itu, keterbatasan ruang parkir di sekitar lokasi Dapur SPPG tersebut juga dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas warga, mengingat lokasi tersebut merupakan kawasan pandat penduduk.

Menurut Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Dedi mengatakan, tidak tahu dengan adanya pembangunan Dapur SPPG tersebut, karena tidak ada sosialisasi sebelum melakukan pembangunannya.

“Belum tahu dan tidak ada sosialisasi kalau mau ada rencana pembangunan Dapur MBG,” ujar Dedi, Selasa (31/03/2026) kemarin.

Sementara itu, pelaksan pembangunan Dapur SPPG tersebut, Kasidin ditemui di lokasi membenarkan bahwa pembangunan tersebut untuk Dapur SPPG.

“Pembangunan ini memang benar diperuntukkan sebagai dapur MBG dan proses pembangunan telah berjalan sekitar satu bulan, selama pelaksanaan berlangsung, situasi lingkungan terpantau aman dan tidak menimbulkan gangguan berarti,” ujar Kasidin.

‎“Terkait administrasi maupun izin PBG dan sosialisasi. Faktanya, selama ini pelaksanaan juga aman-aman saja. Terkait tentang izin saya kurang paham, yang saya tahu gedung MBG ini, izin usaha milik kakak dari salah satu Anggota Dewan Kota Tangerang,” tambahnya.

‎Pernyataan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat dan dianggap perlu adanya klarifikasi resmi dari pihak terkait untuk memastikan kelengkapan administrasi, proses sosialisasi, serta kelayakan lokasi.

‎Warga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan terbuka kepada lingkungan sekitar serta memastikan seluruh prosedur perizinan telah dipenuhi, sehingga keberadaan dapur SPPG dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak terhadap aktivitas masyarakat dikemudian hari.

Penulis : Rudi S

Editor : Puji Rahman Hakim. ST