TANGERANG, Bingkaikota.com — Sebagai bentuk aksi solidaritas, ratusan massa aksi dari organisasi Putera Bangsa, bersama mahasiswa dan aktivis Tangerang Raya menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Pemerintah Kota Tangerang dapat memberikan sanksi tegas kepada PT Esa Jaya Putra (PT. EJP) yang dianggap lalai memenuhi kewajiban terhadap buruh, Kamis 29 Agustus 2025.
Di depan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, salah satu Koordinator Aksi, Mahes Fahlevi mengatakan, bahwa aksi tersebut merupakan buntut rasa kecewa terhadap PT. EJP yang berada di Bilangan Pergudangan Kosambi Kecamatan Banda Kota Tangerang, sebagai perusahaan produsen jaksa sepatu dan sol sepatu yang dinilai abai terhadap hak-hak pekerjanya.
“Agenda kita kali ini adalah bentuk solidaritas terhadap kaum buruh yang sedang menghadapi perselisihan hubungan industrial di PT Esa Jaya Putra. Para buruh tidak mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, artinya perusahaan tidak bertanggung jawab penuh terhadap kesejahteraan buruh. Selain itu, ada masalah serius terkait perizinan, mulai dari izin usaha industri terbatas risiko, Amdal, hingga prosedur lain yang belum terpenuhi,” terangnya.
Menurutnya, meski sempat ditemui oleh perwakilan pemerintah yakni, Asisten Daerah (Asda) dan Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang, massa aksi merasa belum puas. Pasalnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut ketenagakerjaan, tetapi juga perizinan dan lingkungan.
“Kalau hanya satu dinas yang menemui, jelas belum cukup. Tuntutan kami harus melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Disnaker sekaligus. Karena itu, teman-teman merasa tidak puas,” ujar Mahes.
Mahes menegaskan, aksi tersebut tidak akan berhenti sampai tuntutan dipenuhi. Dan pihaknya berencana menggugat perusahaan secara hukum agar segera memenuhi hak- hak pekerja yang terabaikan.
“Insya Allah, kami akan terus melakukan solidaritas terhadap buruh yang terkena PHK sepihak. Ke depan akan ada aksi lanjutan sampai hak buruh benar-benar dipenuhi. Dan bisa dipastikan, aksi berikutnya akan lebih besar lagi,” tandasnya.
Setelah menyampaikan aspirasi, masa aksi pun bergerak menuju pabrik PT Esa Jaya Putra dan langsung melakukan pensegelan sebagai bentuk protes.(red)




