Semrawut, Alun-Alun Ciledug Kian Dikeluhkan Masyarakat

TANGERANG, Bingkaikota.com — Dinilai semrawut, sejumlah warga serta pengunjung Alun-Alun Ciledug mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin menurun dan mengganggu kenyamanan saat beraktivitas.

Pasalnya, permasalahan yang paling dikeluhkan masyarakat sekitar yakni, tumpukan sampah, bau menyengat dari limbah pengolahan ayam, asap dari pembakaran arang, hingga parkir yang tidak rapih dan pungutan liar yang membebani para pedagang.

“Saya biasanya jogging setiap pagi di sini, tapi akhir-akhir ini bau limbah dari pengolahan ayam sangat mengganggu. Ditambah asap dari pembakaran arang di sekitar area membuat napas jadi sesak, ada lagi ada bangunan liar yang membuat sekitaran alun-alun ciledug terlihat kumuh,” ujar Dedi (38), salah satu warga Paninggilan yang rutin berolahraga di Alun-alun Ciledug, Rabu 14 Mei 2025.

Selain pengunjung, suara keresahan pun merebak melalui pedagang UMKM di kawasan tersebut. Mereka mengaku, selain harus menghadapi lingkungan yang kotor dan tidak nyaman, ada pula oknum yang kerap melakukan pungutan liar.

“Ada saja yang minta uang tanpa alasan yang jelas. Dan jelas ini merugikan kami yang penghasilannya pas-pasan,” keluh Sr (40) yang kerap menjajakan minuman.

Disisi lain, area parkir yang tidak tertata rapi pun kerap menjadi sorotan. Sr menyebut kendaraan yang parkir sembarangan menjadi salah satu penyebab kesan kesemrawutan dan rawan gesekan antarpengunjung. “Terutama saat akhir pekan. Termasuk harus menindak oknum yang melakukan pungutan liar,” tegasnya.

Warga dan pelaku usaha berharap pihak terkait dapat menuntaskan permasalahan tersebut, serta dapat bertindak cepat agar Alun- alun Ciledug dapat kembali menjadi ruang publik yang nyaman, sehat, dan tertib.(red)